Tersangka Kabut Asap dan Pembakaran Hutan, Hukuman Maksimal 10 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota TNI berusaha memadamkan api yang membakar perkebunan kelapa sawit di desa Padamaran, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 12 September 2015. Asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan menyebabkan beberapa wilayah diselimuti asap. REUTERS/Beawiharta

    Sejumlah anggota TNI berusaha memadamkan api yang membakar perkebunan kelapa sawit di desa Padamaran, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 12 September 2015. Asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan menyebabkan beberapa wilayah diselimuti asap. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta -- Kapolri Jenderal Badrodin Haiti  mengatakan hukuman maksimal bagi tersangka yang terlibat pembakaran hutan adalah 10 tahun penjara. "Hukuman maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar," kata Badrodin usai rapat terbatas mengenai kebakaran hutan di Kantor Presiden, Rabu, 16 September 2015.

    Badrodin menegaskan Polri sudah menetapkan tujuh korporasi yang menjadi tersangka dalam kebakaran hutan. Total tersangka mencapai 140 dengan tujuh di antaranya merupakan korporasi.

    Tujuh tersangka itu adalah PT RPP yang berlokasi di Sumatera Selatan dengan tersangka P, PT RPS yang berlokasi di Sumatera Selatan dengan tersangka S, PT LIH yang berlokasi di Riau dengan tersangka S, PT BMH yang berlokasi di Sumatera Selatan dengan tersangka JLT, PT GAP yang berlokasi di Kalimantan Tengah dengan tersangka S, PT MBA yang berlokasi di Kalimantan Tengah dengan tersangka GRN, PT ASP yang berlokasi di Kalimantan Tengah dengan tersangka WD.

    Menurut Badrodin, yang dijadikan tersangka beragam, ada yang merupakan direktur operasional dan ada yang menjabat sebagai manajer lapangan. Mengenai modus yang dilakukan korporasi, Badrodin mengatakan ada perusahaan yang sengaja membakar, ada yang menyuruh orang lain membakar. "Ada juga yang dibakarnya di luar lahan yang dimiliki sehingga nanti mereka melaporkan seolah-olah menjadi korban," katanya.

    Mengenai profil perusahaan, Badrodin mengatakan Polri masih menyelediki apakah perusahaan tersebut merupakan perusahaan asing atau perusahaan lokal. "Sedang kita telusuri karena untuk mendapatkan data itu kan tidak gampang," katanya.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.