Hewan Kurban di Surabaya Diperiksa AnteMortem dan PostMortem

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban Sapi di tempat penjualan hewan kurban di kawasan Tanah Abang, Jakarta, 10 September 2015. Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam rangka meminimalisir penyebaran hewan kurban yang terkena penyakit. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Petugas dari Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban Sapi di tempat penjualan hewan kurban di kawasan Tanah Abang, Jakarta, 10 September 2015. Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam rangka meminimalisir penyebaran hewan kurban yang terkena penyakit. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Surabaya - Sejumlah daerah mulai menurunkan tim untuk memeriksa kesehatan hewan kurban yang juga sudah mulai marak dijajakan atau diperdagangkan. Perdagangan dan pemeriksaan itu karena semakin dekatnya hari raya Idul Adha yang jatuh pada Kamis 24 September 2015 mendatang.

    Di Surabaya, Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian Joestamadji bahkan menyatakan pemeriksaan meliputi data ante mortem dan post mortem.  Tim berjumlah 30 orang yang melibatkan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya.

    “Data yang masuk ke kami, sudah ada penjualan hewan kurban di 28 kecamatan,” kata Joestamadji, di Balai Kota Surabaya, Rabu, 16 September 2015.

    Menurut Joestamadji, pemeriksaan ante mortem termasuk pemeriksaan gigi dan mulut, bulu dan kelincahan hewan, telinga, kuku kaki hingga air liurnya. Bahkan, umur hewan kurban yang dijual juga harus diperiksa. “Misalnya kambing, umurnya harus lebih satu tahun dan sudah tumbuh gigi tetapnya, dan tidak boleh cacat,” ujarnya.

    Selain itu, pemeriksaan post mortem pada hewan kurban itu juga akan dilakukan, seperti pemeriksaan terhadap isi rongga perut dan isi rongga dada. Bahkan, dagingnya harus dipastikan apakah gelonggongan atau tidak. “Intinya, kami akan memastikan bahwa hewan kurban itu aman, sehat, dan halal serta layak untuk dikonsumsi,” kata dia.

    Di Sidoarjo, Jawa Timur, sebanyak 180 petugas diturunkan ke 18 kecamatan mulai Rabu 16 September 2015. Di sini juga melibatkan para mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unair, selain dokter tenaga harian lepas, dokter muda praktisi, dan dokter hewan dari Dinas Pertanian setempat.

    Adapun di Bangkalan, fokus pemeriksaan hewan kurban difokuskan pada pedagang kambing dadakan dan musiman. Tim diantaranya memeriksa kesehatan gigi dan mengukur suhu tubuh kambing. "Hewan kambing milik dua pedagang musiman yang kami periksa hari ini lulus pemeriksaan, sehingga diberi surat rekomendasi layak kurban," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Layanan Peternakan, Dinas Peternakan Bangkalan, Ahmat Azisun Hamid.

    MOHAMMAD SYARRAFAH | NUR HADI | MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.