Kabut Asap, Pemerintah Segera Terbitkan Blacklist Perusahaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Terkait dengan kabut asap dan kebakaran lahan, pemerintah akan mengeluarkan daftar blacklist bagi perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran dalam kebakaran hutan. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Panjaitan mengatakan blacklist dipilih untuk menimbulkan efek jera.

    "Dari pembicaraan dengan Presiden Jokowi tadi mengenai asap diputuskan bahwa tindakan blacklist diberikan kepada direksi, komisaris, dan pemilik, serta pencabutan izin usaha. Presiden Jokowi fair mengenai itu," kata Luhut di kompleks Istana, Kamis, 16 September 2015. Luhut memperkirakan ada sekitar 5-10 perusahaan yang akan di-blacklist.

    Bentuk blacklist, kata Luhut, adalah perusahaan atau direksi tidak diperbolehkan mengelola kelapa sawit. Luhut mengatakan ada 4,8 juta hektare lahan gambut yang digunakan untuk kelapa sawit selama sepuluh tahun. "Kalau ada bagian itu, sekarang yang kena pembakaran akan dicabut izinnya dan dikembalikan fungsinya," ujar Luhut.

    Selain itu, pemerintah akan tetap memberikan sanksi pidana. Menurut dia, selama ini hukuman yang diberikan belum memberikan efek jera. "Selama ini sanksi pidana, kan, dihukum masuk penjara tapi tidak jelas apa yang terjadi di penjara," tuturnya.

    Kemarin, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebutkan inisial sepuluh nama perusahaan yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pembakaran hutan. Sepuluh perusahaan itu adalah PMH, RPP, RBS, LIH, MBA, GAP, ASP, KAL, RJP, SKM. Selain itu, Polri menetapkan 127 tersangka perseorangan.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.