Hasil Migas, Siswa SMA Se-Bojonegoro Kebagian Rp 20 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa SMA 3 Semarang mengikuti latihan ujian nasional (1/3). Dimajukannya jadwal ujian nasional pada akhir Maret ini, membuat sekolah memperbanyak latihan-latihan mengerjakan soal ujian nasional. TEMPO/Budi Purwanto

    Siswa SMA 3 Semarang mengikuti latihan ujian nasional (1/3). Dimajukannya jadwal ujian nasional pada akhir Maret ini, membuat sekolah memperbanyak latihan-latihan mengerjakan soal ujian nasional. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memberikan bantuan dana pendidikan kepada setiap siswa murid sekolah menengah atas dan sederajat. Sumber bantuan itu dari dana bagi hasil minyak dan gas daerah setempat.

    Jumlah anggaran yang disiapkan mencapai Rp 20 miliar untuk 40.211 siswa. Bagi siswa kelas X dan XI SMA mendapat Rp 500 ribu per tahun. Sedangkan kelas XII mendapat Rp 250 ribu setahun. Bantuan dibagikan merata, baik siswa sekolah di negeri maupun swasta.

    Menurut Kepala Bidang Pendidikan Non-Formal dan Informal Dinas Pendidikan Bojonegoro Mukhlisin, bantuan tersebut sudah berjalan mulai dari 2014 hingga tahun ini. Dana tersebut, diambil dari pos Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan. ”Sudah dikucurkan ini,” ujarnya, pada Tempo, Rabu, 16 September 2015.

    Mukhlisin mencontohkan, sekarang ini ada sekitar 7.000 lebih anak-anak SMP yang drop out dan tidak bisa melanjutkan ke jenjang SMA. Makanya, agar anak-anak bisa meneruskan sekolahnya, mereka mendapat bantuan pendidikan Rp 500 ribu per siswa.

    Mukhlisin mengatakan, bantuan tidak diberikan lewat Kantor Dinas Pendidikan tetapi lewat sekolah atau melalui kantor desa. “Jadi, ini diterima langsung ke siswa,” imbuhnya.

    Munarti, siswa kelas XI SMA, mengaku senang mendapatkan bantuan pendidikan. Bantuan tersebut diterima selama dua kali dalam satu tahun, yaitu masing-masing Rp 250 ribu tiap semester. 

    Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan, jika ekonomi membaik kemungkinan bantuan pendidikan pada 2016 dinaikkan dari Rp 500 ribu menjadi Rp 2 juta. Hasil minyak dan gas Bojonegoro tahun ini di atas Rp 1,2 triliun. Dan jumlah tersebut akan terus meningkat, seiring dengan produksi puncak minyak di Blok Cepu yang ditargetkan 165 ribu barel per harinya.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.