Kabut Asap, Menkopolhukam: Indonesia Kritis Sampai 2 Bulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Panjaitan mengatakan wilayah Indonesia yang terkena status darurat asap masih akan kritis untuk satu hingga dua bulan ke depan.

    "Satu hingga dua bulan adalah masa kritis yang harus kita hadapi. Potensi masih tinggi, Papua dan Sulawesi Selatan masih tinggi. Jadi ini kita antisipasi semua," katanya setelah memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Selasa, 14 September 2015.

    Luhut mengatakan pemerintah sudah melakukan langkah-langkah penanganan. Misalnya, pemerintah sudah menaburkan 120 ton garam ke udara dan ini menimbulkan hujan di wilayah Riau. "Sekarang akan bergerak ke Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan," katanya.

    Saat ini, kata Luhut, sudah dikerahkan 25 pesawat, termasuk helikopter, yang disebar di enam provinsi untuk melakukan pemadaman. Pemadaman dilakukan melalui water bombing dan cloud seeding. Kemarin, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah sudah menumpahkan 18 juta liter air di Riau dan 12 juta liter di Sumatera Selatan.

    Pemerintah menargetkan masa kritis berakhir secepat mungkin. "Kita berharap secepat mungkin, maka delapan hari dari sekarang kita rapat untuk melihat kondisi," katanya.

    Sore tadi, digelar rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan di Kementerian Lingkungan Hidup. Rapat dipimpin Menkopolhukam Luhut Panjaitan serta dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki. Hingga kini rapat masih berlangsung.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.