Kabut Asap, Perusahaan dan Perorangan Jadi Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah helikopter Mi-17 menyiramkan air untuk memadamkan kebakaran hutan di Ogan Komering Ulu, Sumatera selatan, 10 September 2015. Petugas melakukan penyeldikan terhadap kebakaran hutan yang meluas dan menyelimuti beberapa negara Asia Tenggara. REUTERS/Beawiharta

    Sebuah helikopter Mi-17 menyiramkan air untuk memadamkan kebakaran hutan di Ogan Komering Ulu, Sumatera selatan, 10 September 2015. Petugas melakukan penyeldikan terhadap kebakaran hutan yang meluas dan menyelimuti beberapa negara Asia Tenggara. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Yazid Fanani telah menetapkan satu tersangka korporasi kebakaran hutan, yakni PT Bumi Mekar Hijau (BMH). Adapun Polri juga telah menaikkan status penyidikan untuk PT Tempirai Palm Resourses (TPR) dan PT Waimusi Agro Indah (WAI) terkait dengan kebakaran hutan.

    "Saat ini Bareskrim menyidik 130 kasus kebakaran hutan di seluruh wilayah. Mudah-mudahan ada percepatan penanganan kasus," katanya di Bareskrim, Selasa, 15 September 2015.

    Polri juga telah menetapkan 126 tersangka perorangan. Sebanyak 130 kasus tersebut terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Selatan. Yazid menuturkan kendala penyidikan adalah mencari korelasi siapa otak pembakaran.

    Polri, kata Yazid, bakal berkomitmen menegakkan hukum secara simultan multidock terkait dengan kejahatan pembakaran hutan. Pelaku pembakaran, baik perseorangan maupun korporasi, bakal dikenai hukuman pidana, perdata, dan administratif.

    Ihwal kebakaran yang terus berulang setiap tahun, Polri bakal berkoordinasi dengan saksi ahli. Saksi ahli bakal menganalisis tingkat kerusakan, efek gas rumah kaca, indikasi pembiaran, kelalaian, dan kesengajaan. Pelaku bakal dijerat dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 99 ayat 1 juncto 116. "Bila terbukti ada kesengajaan, ancaman hukumannya 5 tahun penjara," ujarnya.

    Untuk tersangka korporasi, penyidik masih mendalami soal pelaku dan otaknya. Dalam waktu dekat, Mabes Polri bakal mengirim satuan tugas penanggulangan kebakaran hutan yang terdiri atas anggota brigade mobil.

    Selain itu, Mabes Polri mengirim satgas penegakan hukum yang terdiri atas penyidik beberapa polda. "Ada 70 penyidik yang kami kirimkan," tuturnya.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.