Kabut Asap, Sejumlah Maskapai Ubah Jadwal Terbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jadwal penerbangan Internasional masih tertunda setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 10 Juli 2015.  ANTARA/Nyoman Budhiana

    Sejumlah jadwal penerbangan Internasional masih tertunda setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 10 Juli 2015. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura (AP) II Cabang Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyebut, saat ini rata-rata maskapai mengubah jadwal terbang karena asap menyelimuti wilayah itu akibat kebakaran lahan dan hutan di Sumatera.

    "Sejak 2 September lalu, sebagian besar maskapai reschedule (ubah jadwal) terbang dari pagi jadi siang hari," papar Kepala Divisi Pelayanan dan Operasi AP II Cabang Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Hasturman Yunus di Pekanbaru, Selasa (15 September 2015).

    Ia mengatakan, kondisi itu terpaksa dilakukan maskapai yang memiliki rute terbang menuju atau dari Pekanbaru karena kabut asap pekat menyelimuti wilayah sekitar bandara setempat terutama pada pagi hari.

    Seperti pada Senin (14 September 2015), jarak pandang bagi pilot pesawat terbang yang dirilis 30 menit sekali oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan wilayah sekitar bandara hanya berkisar 80 meter akibat tertutup kabut asap.

    Menjelang siang hari, jarak pandang bagi pilot tidak kunjung membaik karena berada pada posisi antara 150 sampai 200 meter atau sangat terbatas yang dinilai bahaya untuk keselamatan penumpang terutama saat melakukan take off (tinggal landas).

    Sedangkan dari udara, lanjut dia, pilot tidak bisa melihat secara visual posisi atau letak runway (landasan pacu) bandara, sehingga pesawat tidak bisa landing (mendarat) dan berakibat pembatalan penerbangan sejumlah rute baik domestik atau internasional.

    "Jarak pandang ketika harus minimal 1.000 meter, kami melihat tren saat ini, rata-rata biasanya di atas jam 11.00 WIB itu sudah bisa landing. Tapi ada beberapa hari termasuk kemarin tidak bisa (pesawat) landing," terangnya.

    Hasturman mengatakan, kondisi tersebut berakibat diubahnya jadwal terbang atau dihapus selama kabut asap pekat melanda Pekanbaru seperti maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG 936 dan QG 9172, Garuda GA 172 dan GA 174, Batik Air ID 6852.

    "Kalau penerbangan pagi di bandara Pekanbaru itu ada sekitar lebih dari sepuluh maskapai seperti Citilink, Garuda, Lion yang diubah jadi siang hari," terangnya.

    Berdasarkan data Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, setiap hari tidak kurang dari 60 kali pesawat terbang melakukan aktivitas landing atau pendaratan dan lepas landas.

    Aktivitas penerbangan itu dilakukan oleh 11 maskapai baik rute domestik dan internasional seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Batik Air, Indonesia AirAsia, Citilink, Susi Air, Silk Air, AirAsia, Firefly, Sriwijaya Air dan Malindo Air.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.