Kabut Asap di Kotawaringin, Jarak Pandang Kurang dari 100 M

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara menerobos kabut asap yang menyelimuti jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah  yang berjarak pandang berkisar antara 70-150 meter pada pagi hari Minggu (2/9). ANTARA/Untung Setiawan

    Sejumlah pengendara menerobos kabut asap yang menyelimuti jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah yang berjarak pandang berkisar antara 70-150 meter pada pagi hari Minggu (2/9). ANTARA/Untung Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Titik panas atau hotspot kebakaran hutan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melonjak jumlahnya. Hingga Senin, 14 September 2015, titik panas itu mencapai 216 di wilayah ini. "Hanya ada enam kecamatan tidak terkena titik api," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Bandara Haji Asan Sampit, Yulida Warni, di Sampit, Selasa, 15 September 2015.

    Sebarannya adalah di Kecamatan Baamang 11 titik, Cempaga 3 titik, Cempaga Hulu 1 titik, Kotabesi 21 titik, Mentawa Baru Ketapang 12 titik, Mentaya Hilir Selatan 45 titik, Mentaya Hilir Utara 36 titik, Pulau Hanaut 11 titik, Seranau 24 titik, Telawang 6 titik, dan Teluk Sampit 46 titik.

    Titik panas tersebar di sebelas kecamatan. Sedangkan enam kecamatan yang tidak ditemukan titik panas adalah Parenggean, Tualan Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, Antang Kalang, dan Mentaya Hulu. Enam kecamatan ini semua berada di kawasan utara kabupaten tersebut.

    Sebaran titik panas terbanyak terpantau di kecamatan-kecamatan yang berada di kawasan selatan. Yakni Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, dan Mentaya Hilir Utara. Kawasan selatan memang sudah sangat kering, bahkan kawasan ini adalah daerah yang paling awal dilanda kekeringan hingga krisis air bersih terjadi sampai saat ini.

    Bertambahnya titik panas tersebut diindikasikan menunjukkan peningkatan kebakaran lahan di daerah ini. Dampaknya, kabut asap yang muncul pada Selasa pagi lebih parah dibanding hari-hari sebelumnya.

    Dari pantauan sekitar pukul 06.30, kabut asap sangat pekat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Tjilik Riwut. Masyarakat mengenakan masker dan menyalakan lampu kendaraan untuk menghindari tabrakan. Sepanjang bantaran Sungai Mentaya juga tidak luput dari kabut asap. Jarak pandang kurang dari 100 meter.

    Kapal yang hendak sandar di Pelabuhan Sampit juga terdengar lebih sering membunyikan suling atau terompet. Ini memberi tanda posisi kapal supaya terhindar dari tabrakan. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit Benny Noviandinudin mengatakan telah mengeluarkan surat edaran kepada nakhoda untuk mewaspadai kecelakaan akibat asap yang makin pekat.

    Untuk menghindari kecelakaan, setiap kapal harus dilengkapi peralatan navigasi memadai. Jika kabut asap cukup parah dan mengganggu jarak pandang, nakhoda memang disarankan membunyikan suling kapal untuk memberikan tanda kepada kapal lain sehingga tabrakan bisa dihindari.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.