2 WNI Disandera di PNG, Kapolda Papua: Pelaku Masuk DPO

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara berjaga dan memeriksa pelintas batas di perbatasan Indonesia - Papua Nugini, 26 Juli 2015. Sebuah alat pemantau baru yang dapat berputar 360 derajat, telah terpasang beberapa minggu sebelum Lebaran. TEMPO/Maria Rita Hasugian

    Tentara berjaga dan memeriksa pelintas batas di perbatasan Indonesia - Papua Nugini, 26 Juli 2015. Sebuah alat pemantau baru yang dapat berputar 360 derajat, telah terpasang beberapa minggu sebelum Lebaran. TEMPO/Maria Rita Hasugian

    TEMPO.CO, Jakarta - Aparat Kepolisian Daerah Papua masih berusaha membebaskan dua warga negara Indonesia yang disandera kelompok bersenjata di Papua Nugini (PNG). Polda Papua juga sudah meminta bantuan tentara PNG untuk membebaskan mereka.

    Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw kepada Antara, Selasa, 15 September 2015, mengatakan pemimpin kelompok bersenjata yang menyandera dua WNI di PNG masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi.

    "Jefri Pagawak merupakan salah satu DPO polisi," katanya. Dia menambahkan, Jefri Pagawak juga memimpin aksi penembakan terhadap warga sipil.

    Paulus mengatakan Kepolisian dan Konsulat RI di Vanimo, PNG, sudah meminta bantuan militer PNG untuk membantu membebaskan dua WNI yang ditahan kelompok tersebut. Penahanan dua WNI di PNG terjadi sesaat setelah penembakan terhadap tukang potong kayu di Kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua.

    Polisi menduga dua WNI ditawan kelompok Jefri Pagawak di Kampung Skoutio, PNG, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama tiga jam dari Kampung Skopro di Papua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.