Kabut Asap, Ada 48 Titik Panas di Sumatera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berada di Jembatan Aur Duri II Sungai Batanghari yang tertutup kabut asap di Jambi, 9 September 2015. BMKG mencatat titik panas akibat kebakaran hutan di Sumatera bertambah 39 menjadi 283 titik yang tersebar di enam provinsi. ANTARA/Wahyu Putro A

    Warga berada di Jembatan Aur Duri II Sungai Batanghari yang tertutup kabut asap di Jambi, 9 September 2015. BMKG mencatat titik panas akibat kebakaran hutan di Sumatera bertambah 39 menjadi 283 titik yang tersebar di enam provinsi. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyebutkan satelit Tera dan Aqua masih memantau 48 titik panas yang diindikasikan sebagai kebakaran hutan dan lahan di Sumatera. Jumlah titik panas jauh menurun dari hari sebelumnya yang mencapai 982 titik. Sedangkan Riau nihil.

    "Titik panas terpantau pukul 05.00," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sugarin, Selasa, 15 September 2015.

    Menurut Sugarin, titik panas terbanyak ditemukan di Sumatera Selatan yang mencapai 38 titik, disusul Jambi enam titik, Bangka Belitung dua titik, dan Aceh satu titik. Sedangkan di Riau hanya terpantau satu titik di Rokan Hilir. "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau nihil," ujarnya.

    Sugarin menjelaskan, secara umum, cuaca di wilayah Riau berawan disertai kabut asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai angin kencang dan petir terjadi pada sore atau malam hari di wilayah Riau bagian utara dan pesisir timur. "Temperatur maksimum 31,5-55,5 derajat Celsius," tuturnya.

    Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Riau masih mengganggu kualitas udara meski telah diguyur hujan, seperti Pekanbaru dengan jarak pandang masih berada di bawah ambang batas, yakni 700 meter; Pelalawan 500 meter; Rengat 50 meter; dan Dumai lebih baik 4 kilometer.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.