Pembebasan Sandera WNI di Papua Masuki Fase Kritis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. windowstorussia.com

    Ilustrasi. windowstorussia.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum (PWNI-BH), Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa pihaknya sedang menunggu koordinasi Konsulat Republik Indonesia dengan pihak Angkatan Bersenjata Papua Nugini (AB-PNG). Hal ini dia ungkapkan saat dihubungi Tempo, Senin 14 September 2015. “Saat ini menjadi fase-fase yang kritis untuk melakukan penyelamatan,” katanya.

    Sejauh ini, kata Iqbal, ada beberapa dugaan motif soal alasan penyanderaan dua WNI tersebut. Pertama, penyanderaan ini terkait dengan aksi demonstrasi di depan konsulat yang terjadi pada  9 September 2015. Kedua, adanya motif pencurian dan persaingan perusahaan kayu di Papua. Ketiga, adanya tuntutan pertukaran dua sandera Papua Nugini yang sebelumnya disandera oleh warga Papua.

    Iqbal juga menceritakan bahwa awalnya ada lima orang yang disandera. Akan tetapi, ada dua sandera yang berhasil melarikan diri dan satu tertembak. Ia mengatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak kedutaan besar di Papua Nugini terkait pembebasan dua sandera ini. “Kami serahkan dengan Tim Cendrawasih yang sudah berada di sana. Yang penting keselamatan dua WNI kita sekarang,” katanya.

    Sebelumnya, Konsulat RI Vanimo mendapatkan kabar bahwa ada dua orang WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata di Skouwtiau, Papua Nugini. KRI telah berkoordinasi dengan Angkatan Bersenjata terkait penyelamatan dua sandera WNI tersebut.

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.