Jenazah Korban Crane Mekah Tak Bisa Dibawa ke Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon jemaah haji yang menjadi korban luka dibawa oleh tim paramedis ke rumah sakit di Mekah, Arab Saudi, 11 September 2015. Sebuah crane patah dan menimpa calon jemaah haji di Masjidil Haram. Ozkan Bilgin/Anadolu Agency/Getty Images

    Sejumlah calon jemaah haji yang menjadi korban luka dibawa oleh tim paramedis ke rumah sakit di Mekah, Arab Saudi, 11 September 2015. Sebuah crane patah dan menimpa calon jemaah haji di Masjidil Haram. Ozkan Bilgin/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Harapan keluarga menanti kepulangan jenazah jemaah haji yang menjadi korban jatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, pupus sudah. Ketua Komisi VIII DPR yang membidangi agama, Saleh Partaonan Daulay, memastikan pemulangan jenazah korban yang meninggal sulit dilakukan. "Soal pemulangan jenazah, itu terkait regulasi di Saudi yang tidak memungkinkan hal itu," katanya saat dihubungi, Senin, 14 September 2015.

    Menurut dia, selama ini, jika ada jemaah yang meninggal, semuanya dimakamkan di Arab Saudi. Semua prosesi pemakamannya dilakukan petugas dari pemerintah Arab Saudi.

    Keluarga, kata dia, akan mendapatkan hak-hak jemaah haji yang menjadi korban suatu musibah sebagaimana diatur dalam perjanjian antara perusahaan asuransi dan Kementerian Agama. ( Lihat video Tragedi di Tanah Suci dalam Tiga Dekade )

    Anggota jemaah haji Indonesia yang meninggal karena tertimpa crane di Masjidil Haram, pada Jumat, bertambah menjadi 10 orang. Adapun total anggota jamaah Indonesia yang menjadi korban sebanyak 52 orang. Delapan belas orang di antaranya sudah membaik dan diizinkan kembali ke kelompok terbangnya.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.