Awas, Dua Ribuan Jamu Mengandung Bahan Kimia dan Bakteri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Jamu ilegal berbahaya.Tempo/Aris Andrianto

    Ilustrasi Jamu ilegal berbahaya.Tempo/Aris Andrianto

    TEMPO.CO , Banyuwangi:Direktur Obat Tradisional pada Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, Mauizzati Purba, mengatakan sebanyak 23,8 persen dari 14 ribu produk jamu yang diuji BPOM sepanjang 2014 lalu belum memenuhi syarat. Dari angka itu, 15 persen di antaranya merupakan jamu yang diproduksi oleh usaha kecil menengah.

    Mauizzati mengatakan, produk jamu tersebut dianggap tak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia dan tercemar mikroba. “Misalnya tercemar salmonela dan bakteri ecoli,” kata dia di Banyuwangi, Senin 14 September 2015.

    BPOM datang ke Banyuwangi untuk melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis soal produksi obat tradisional. Acara yang digelar di kantor bupati Banyuwangi itu diikuti oleh 100 pemilik UKM dan usaha jamu gendongan.

    Agar produk jamu memenuhi syarat kesehatan, setiap industri kini diwajibkan memiliki apoteker. Sedangkan UKM jamu harus memiliki asisten apoteker. Tanpa asisten apoteker, UMK jamu harus memeriksakan produknya ke laboratorium untuk menguji apakah jamu layak konsumsi atau sebaliknya.

    Mauizzati sendiri mengakui banyak UKM yang belum memiliki asisten apoteker. Faktor inilah yang membuat produk jamu UKM sering tercemar bakteri. “Padahal kalau punya asisten apoteker, bisa lebih menghemat biaya daripada ke laboratorium,” katanya.

    Kepala Bidang Penyehatan Masyarakat dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan, Kurnianto, mengatakan, untuk produk jamu gendongan saat ini diawasi oleh puskesmas. Setiap puskesmas wajib melakukan inspeksi produk jamu dua kali setahun. “Kami memeriksa kualitas sanitasi dan penyimpanan bahan,” katanya.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.