B.J. Habibie Soal Ali Wardhana: Saya Kehilangan Sosok Kakak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ketiga RI BJ Habibie (tengah) didampingi mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim (kanan) berjabat tangan dengan keluarga almarhum Menteri Keuangan tahun 1968-1983 Ali Wardhana di rumah duka, Jakarta, 14 September 2015. ANTARA FOTO

    Presiden ketiga RI BJ Habibie (tengah) didampingi mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim (kanan) berjabat tangan dengan keluarga almarhum Menteri Keuangan tahun 1968-1983 Ali Wardhana di rumah duka, Jakarta, 14 September 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar meninggalnya Ali Wardhana, Menteri Keuangan Indonesia periode 1968-1983, mengejutkan banyak orang. Pria yang dikenal sebagai Bapak Moneter Indonesia ini meninggal pada usia 87 tahun, Senin, 14 September 2015.

    "Saya kehilangan sosok seorang kakak," kata B.J. Habibie, mantan Presiden Indonesia, saat ditemui di rumah duka, kompleks Patra Kuningan, Jakarta.

    Habibie bercerita, sebagai junior yang berusia delapan tahun lebih muda, ia sangat menghormati Ali Wardhana. "Waktu 1968, ia (Ali) ditugaskan untuk bernegosiasi karena kondisi ekonomi Indonesia yang brengsek saat itu. Lalu ia datang ke Jepang untuk menemui Menteri Keuangan Jepang," kata Habibie.

    Di hadapan Wardhana, kata dia, Menteri Jepang bertanya, "Berapa lama saya harus menunggu Menteri Keuangan Indonesia?" Rupanya karena Wardhana masih teramat muda, pejabat Jepang itu tak percaya sosok di hadapannya adalah Menteri Keuangan. "Dikira masih mahasiswa karena dia masih muda," kata Habibie sambil tertawa.

    Meski Ali memberi kesan awal kurang meyakinkan, Habibie menjamin performa Ali sebagai Menteri Keuangan amat cemerlang. "Di hadapan Menteri Keuangan Jepang yang jauh lebih tua, Ali menceritakan kondisi Indonesia yang susah pada waktu itu," kata Habibie. Dengan percaya diri, Ali Wardhana bisa meyakinkan pemerintah Jepang bahwa Indonesia sedang menangani berbagai persoalan ekonominya.

    MAYA AYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.