Bojonegoro Jadi Percontohan Penggembalaan Sapi di Hutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjuk Kabupaten Bojonegoro sebagai daerah percontohan penggembalaan sapi di hutan alias silvo pastora. Proyek percontohan ini melibatkan Kementerian Kehutanan, Perhutani dan Kementerian Pertanian.

    Menurut Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Soni Sumarsono, kawasan percontohan pengembalaan sapi ditempatkan di hutan jati Kecamatan Ngasem, sekitar 30 kilometer arah barat daya Kota Bojonegoro. Di kecamatan ini terdapat 17 desa yang dikelilingi belantara jati, termasuk tempat wana wisata Api Abadi di Desa Sendanghardjo.

    Rencananya, bibit sapi yang digembala di hutan berasal dari Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun untuk program percontohan, belum disebutkan berapa ekor sapi yang akan dilepas di hutan. ”Bibit sapi sudah dipersiapkan,” ujarnya pada Tempo, Senin, 14 September 2015.

    Untuk pola penerapannya akan ada kerjasama antara penggembala dengan  Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Luas areal penggembalaan juga belum ditetapkan, namun  bibit sapi yang bakal dilepas ialah peranakan ongole alias sapi putih. Bojonegoro ditunjuk sebagai daerah percontohan dengan  alasannya selain punya lahan hutan yang relatif luas, 98 ribu hektare di antaranya dinilai cocok untuk penggembalaan. "Proyek peternakan sapi di Bojonegoro juga relatif berkembang," ujar dia.

    Sebelumnya, Bojonegoro juga ditunjuk sebagai daerah bibit sapi peranakan ongole lewat Surat Keputusan Menteri Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan. Sedangkan daerah yang ditunjuk untuk lokasi pembibitan yaitu Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo. ”Jadi, banyak pertimbangannya,” kata Soni.

    Direktur Utama Perum Perhutani, Mustoha Iskandar, menyetuji program pengembangan program silvo pastura di lahan hutan untuk penggembalaan sapi. Nantinya, ada tindak lanjut antara Pemerintah Bojonegoro dengan Perum Perhutani. ”Lahannya belum kita tentukan luasnya,” ujarnya.

    Mustoha menuturkan Perhutani  mendukung penuh program silvo pastura yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Untuk itu, dirinya bersama Bupati Bojonegoro, Suyoto, akan terus mengupayakan lahan milik Perhutani yang dimanfaatkan untuk lahan peternakan.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.