Darurat Asap Riau, 20 Pesawat Kirim Bom Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota TNI berusaha memadamkan api yang membakat area perkebunan di Kampar, Riau, 11 September 2015. Ratusan orang sakit pernafasan akibat asap yang ditimbulkan. REUTERS/YT Haryono

    Seorang anggota TNI berusaha memadamkan api yang membakat area perkebunan di Kampar, Riau, 11 September 2015. Ratusan orang sakit pernafasan akibat asap yang ditimbulkan. REUTERS/YT Haryono

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan Provinsi Riau sebagai daerah darurat asap. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan sejumlah langkah langsung diambil untuk menangani kebakaran hutan.

    "Sampai sekarang sudah ada 20 pesawat untuk waterbombing (pengeboman air) dan cloud seeding (pembentukan awan hujan)," katanya dalam pesan pendek kepada Tempo, Senin, 14 September 2015.

    Selain itu, menurut Siti, pemerintah setempat sudah menumpahkan 18 juta liter air di Riau dan 12 juta liter air di Sumatera Selatan untuk pengeboman air. Siti mengatakan 120 ton garam sudah ditaburkan di Riau untuk menciptakan hujan buatan. "Lima puluh enam ton garam juga sudah ditaburkan di Sumatera Selatan dan Jambi untuk hujan buatan," katanya.

    Guna memperkuat upaya penanganan kebakaran lahan dan hutan, turut dikerahkan prajurit TNI sebanyak 1.050 orang di lapangan. Proses hukum sedang diselesaikan dengan pelanggaran hukum pidana ditangani penyidik LHK dan Polri serta pelanggaran hukum perdata oleh Kementerian LHK dan pencabutan atau pembekuan izin oleh Kementerian LHK.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.