Bertemu PNS, Calon Bupati Karawang Bisa Disemprit Panwaslu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Demokrat, Saan Mustopa. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Politikus Partai Demokrat, Saan Mustopa. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Karawang - Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Karawang, Syarif Hidayat, meminta Pelaksana Tugas Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana melaporkan puluhan PNS yang diduga menggalang dukungan untuk pasangan Saan Mustopa dan Iman Sumantri. "Lebih baik puluhan PNS yang diduga  berpolitik praktis itu dilaporkan ke Panwaslu, agar bisa diproses," kata Syarif Hidayat, Senin 14 September 2015.

    Syarif mengatakan, Panwaslu Karawang tidak bisa memproses dugaan pelanggaran atau kecurangan Pilkada jika tidak ada yang melapor. "Silakan laporkan saja secara resmi ke Panwaslu, agar bisa ditindak lanjuti. Kalau tidak ada laporan, kami sulit bergerak," katanya Syarif.

    Ihwal kumpul-kumpul PNS di PDAM, Cellica meminta para PNS Karawang tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan penggalangan dukungan calon kepala daerah. Namun, ia menyatakan tidak akan menegur para PNS yang hadir dalam pertemuan itu. "Tidak akan saya tegur. Para PNS itu kan sudah dewasa. Sudah mengetahui hak dan kewajibannya.  Kami akan membahasnya secara internal," kata Cellica.

    Iman Sumantri, wakil Saan Mustopa di Pilkada Karawang 2015 membantah melakukan kampanye terselubung di kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Karawang pada akhir Agustus 2015. Ia mengatakan pertemuan itu tidak terkait politik.

    "Pertemuan itu hanya membicarakan konsultasi terkait PDAM. Lagian, pertemuan itu sebelum penetapan saya dan Saan Mustopa," ujar Iman Sumantri, usai Sidang Paripurna HUT Karawang ke-382 di Gedung DPRD Karawang, Senin, 14 September 2015.

    Iman mengakui, saat ini ia masih menjabat sebagai ketua dewan pengawas PDAM Karawang. Ia membenarkan, pada akhir Agustus lalu, telah mengumpulkan beberapa kepala bagian dan PNS Karawang di ruangan dewan pengawas PDAM. "Saya tahu kapasitas saat tugas menjadi dewan pengawas, tidak mungkin melakukan politik praktis," ujar Iman.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.