WNI Korban Crane Mekah Dirawat di 5 Rumah Sakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Islam berdoa di Masjidil Haram, sehari setelah kecelakaan jatuhnya crane, di Mekah, Arab Saudi, 12 September 2015. Crane pembangunan jatuh saat terjadi badai dan angin kencang. AP

    Umat Islam berdoa di Masjidil Haram, sehari setelah kecelakaan jatuhnya crane, di Mekah, Arab Saudi, 12 September 2015. Crane pembangunan jatuh saat terjadi badai dan angin kencang. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Subbagian Informasi Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Affan Rangkuty mengatakan, para jemaah haji Indonesia korban kecelakaan jatuhnya crane di Masjidil Haram dirawat di lima rumah sakit berbeda di Mekah. “24 orang korban masih dalam perawatan di lima rumah sakit di Mekah,” katanya di kantornya, Senin, 14 September 2015.

    Dari jumlah itu, enam orang dirawat di Rumah Sakit Zaher, tujuh orang dirawat di Rumah Sakit Al Noor, tiga orang sisanya ditangani di Rumah Sakit King Abdullah, satu ada di Rumah Sakit Tentara Askari. Sedangkan tujuh orang lain ada di Rumah Sakit King Faisal Syisyah.

    Affan mengatakan, jemaah haji Indonesia yang menjadi korban jatuhnya alat berat crane ada 52 orang. Sepuluh di antaranya meninggal dunia, 24 orang tersebar di lima rumah sakit di Mekah. Sedangkan sisanya, “18 orang lainnya sudah tidak dirawat di rumah sakit dan diperbolehkan kembali ke kloter masing-masing,” katanya.

    Awalnya, jumlah yang meninggal diinformasikan mencapai tujuh orang. Namun dalam perkembangannya terdapat tiga korban lagi yang meninggal. Mereka adalah Sriyana Marjo Sihono dengan nomor paspor B1188078 dari kloter SOC 27, kemudian Masadi Saiman Tarimin dengan nomor paspor V222619 dari kloter SUB 38, dan Siti Rukayah Abdus Somad dengan nomor paspor A2714350 dari kloter SUB 39.

    Affan mengatakan kemungkinan mereka akan dimakamkan hari ini di pemakaman Syara’ya, Mekah. Syara’ya berada sekitar tujuh-delapan kilometer dari Masajidil Haram. “Bila administrasinya, surat keterangan kematiannya sudah beres, ketiganya segera dikebumikan,” katanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.