Wakil Ketua MPR: Konflik Golkar Rugikan Diri Sendiri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kiri), ketua Panitia Rapimnas Partai Golkar Mahyudin (tengah) dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung saat penutupan Rapimnas ke-IV Partai Golkar, di Jakarta, (30/10). ANTARA/ Wahyu Putro A

    Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kiri), ketua Panitia Rapimnas Partai Golkar Mahyudin (tengah) dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung saat penutupan Rapimnas ke-IV Partai Golkar, di Jakarta, (30/10). ANTARA/ Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sekaligus anggota fraksi Dewan Perwakilan Rakyat, Mahyudin, menilai kondisi Golkar saat ini yang terpecah menjadi dua kubu tidak baik bagi masa depan Golkar.

    "Sebelum pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum, sebaiknya masalah ini diselesaikan," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 14 September 2015.

    Mahyudin juga menilai, sebelum pemilihan kepala daerah, sebaiknya dilakukan musyawarah ataupun musyawarah nasional. Hal ini perlu mengingat pecahnya suara Golkar saat ini.

    Saat ini suara partai Golkar terbagi menjadi kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie. Mahyudin menilai keberadaan kedua kubu ini merugikan partainya. Dia mencontohkan banyaknya pasangan calon kepala daerah yang diusung Golkar gagal lolos ke tahap selanjutnya. "Di banyak daerah, akhirnya Golkar hanya jadi pendukung, itu pun suaranya terbelah. Ini kan tidak baik bagi partai Golkar," katanya.

    Mahyudin menilai perlunya regenerasi dalam tubuh Golkar yang tidak berpihak kepada salah satu kubu dan loyal terhadap Golkar. "Kalau Golkar mau survive, harus bermetamorfosis mengikuti perubahan zaman," katanya.

    Mahyudin lebih lanjut mengatakan Golkar membutuhkan penyegaran untuk pemilu mendatang. Ia menilai pembaruan ini bukanlah sekedar semangat, tapi juga merupakan proses alami.

    Hal ini perlu dilakukan agar nantinya pemimpin baru dapat memimpin lebih cepat sesuai dengan kehendak zaman. "Sekitar generasi (berusia) 40-60-anlah. Partai lain juga pemimpinnya sudah banyak regenerasi," ucapnya.

    MAWARDAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.