Gara-gara Asap, Penerbangan Pekanbaru Terancam Dibatalkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan area landasan pacu yang tidak beroperasi akibat diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Kabut asap mengakibatkan 12 penerbangan menuju dan dari Pekanbaru dibatalkan. ANTARA/Rony Muharrman

    Petugas membersihkan area landasan pacu yang tidak beroperasi akibat diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Kabut asap mengakibatkan 12 penerbangan menuju dan dari Pekanbaru dibatalkan. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru kembali lumpuh akibat gangguan kabut asap pekat menyelimuti daerah itu. Sebanyak 70 penerbangan terancam batal lantaran kabut asap menutupi landasan pacu. jarak pandang hanya 150 meter.

    "Penerbangan kemungkinan batal semua jika jarak pandang tidak membaik," kata Manajer Bandara SSK II, Pekanbaru Ibnu Hasan, Senin, 14 September 2015. Ibnu hasan menuturkan, hingga sore ini belum ada satupun pesawat melakukan penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan.

    Semestinya ada 70 jadwal penerbangan di Pekanbaru. Namun seluruh jadwal terancam batal akibat cuaca buruk gangguan kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan. Hingga sore jarak pandang tidak kunjung membaik."Jarak pandang jauh di ambang batas penerbangan," katanya.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru menyebutkan satelit Tera dan Aqua memantau lonjakan titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera mencapai 982 titik. Jumlah tersebut jauh meningkat dari sebelumnya 383 titik. "Titik panas terpantau pukul 07.00 pagi," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin.

    Sumatera Selatan menjadi daerah titik panas terbanyak mencapai 618 titik, disusul Jambi 184 titik, Bangka Belitung 46 titik, Lampung 48 titik, Sumatera barat 18 titik, Bengkulu 11 titik dan Kepulauan Riau dua titik.Sedangkan di Riau terpantau 55 titik. "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau 36 titik panas," katanya. Kabut asap pekat membuat jarak pandang di beberapa wilayah Riau menurun seperti Pekanbaru 80 meter, Rengat 80 meter, Dumai 50 meter dan Pelalawan 50 meter.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.