Pemerintah Nyatakan Riau Darurat Asap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaum muslimin memadati halaman Masjid usai melaksanakan salat Istisqa' (minta hujan) di Masjid Agung An'nur Pekanbaru, Riau, 7 September 2015. Dengan dilaksanakanya salat istisqa' warga berharap hujan segera turun agar kabut asap kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas. ANTARA/Rony Muharrman

    Kaum muslimin memadati halaman Masjid usai melaksanakan salat Istisqa' (minta hujan) di Masjid Agung An'nur Pekanbaru, Riau, 7 September 2015. Dengan dilaksanakanya salat istisqa' warga berharap hujan segera turun agar kabut asap kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hari ini menyatakan Provinsi Riau sebagai daerah darurat asap. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan langkah-langkah penanganan sudah dilakukan sebagai antisipasi.

    "Pagi tadi saya sudah bicara dengan Gubernur dan jajaran Muspida Riau. Hari ini Provinsi Riau dinyatakan darurat asap. Gubernur Riau sudah membuka posko kesehatan," katanya melalui pesan pendek, Senin, 14 September 2015.

    Siti mengatakan, berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang hari ini meninjau Riau, kabut asap datang dari arah selatan, yaitu Jambi dan Sumatera Selatan. Selain itu, Siti menegaskan, pengawasan terhadap pengusaha pembakar sedang dilakukan. "Nanti ditindaklanjuti dengan pembekuan izin."

    Untuk memperkuat penanganan kebakaran lahan dan hutan, sebanyak 1.050 prajurit TNI sudah dikerahkan di lapangan. Proses hukum juga terus ditangani kepolisian setempat.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan polisi untuk menindak tegas perusahaan-perusahaan pembakar hutan dan lahan. Menurut Presiden, perusahaan perkebunan juga harus bertanggung jawab atas hak yang diberikan pemerintah.

    Bencana asap di enam provinsi di Sumatera dan Kalimantan sudah masuk level parah. Sejumlah bandara ditutup karena jarak pandang hanya 300 meter. Data satelit juga menunjukkan 80 persen wilayah Sumatera “panen asap”.

    Berdasarkan Pusat Data dan Analisis Tempo (PDAT), proses hukum dilakukan terhadap perusahaan pembakar lahan. Setidaknya Kepolisian Daerah Kalimantan Barat sepanjang 2015 baru menetapkan enam tersangka: tiga pembakar lahan di wilayah Kabupaten Kubu Raya dan tiga pembakar lain di Kabupaten Landak.

    ANANDA TERESIA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.