Riau Darurat Asap, Ini Langkah Penanganan Pemerintah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo (kiri) memeriksa pasukan saat upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Daerah Sumatera Selatan menyumbang titik api terbanyak dalam bencana kabut asap tahun ini. ANTARA/M Agung Rajasa

    Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo (kiri) memeriksa pasukan saat upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Daerah Sumatera Selatan menyumbang titik api terbanyak dalam bencana kabut asap tahun ini. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah hari ini menyatakan Provinsi Riau sebagai daerah darurat asap. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan sejumlah langkah langsung diambil untuk menangani kebakaran hutan.

    "Sampai sekarang sudah ada 20 pesawat untuk water bombing (pengeboman air) dan cloud seeding (pembentukan awan hujan)," katanya melalui pesan pendek, Senin, 14 September 2015.

    Selain itu, kata Siti, pemerintah provinsi setempat sudah menumpahkan 18 juta liter air di Riau dan 12 juta liter air di Sumatera Selatan untuk pengeboman air. Siti mengatakan 120 ton garam sudah ditaburkan di Riau untuk menciptakan hujan buatan.

    "Lima puluh enam ton garam juga sudah ditaburkan di Sumatera Selatan dan Jambi untuk hujan buatan," katanya.

    Untuk memperkuat upaya penanganan kebakaran lahan dan hutan, sebanyak 1.050 prajurit TNI dikerahkan di lapangan. Proses hukum sedang diselesaikan dengan pelanggaran hukum pidana ditangani penyidik LHK dan Polri serta pelanggaran hukum perdata oleh Kementerian LHK dan pencabutan atau pembekuan izin oleh Kementerian LHK.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.