Gara-gara Asap, Bupati Siak Tunda Lomba Balap Sepeda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Balap Sepeda Tour de Singkarak 2013. TEMPO/Seto Wardhana

    Ilustrasi Balap Sepeda Tour de Singkarak 2013. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Siak, Syamsuar, menyatakan lomba foto dan pameran ekonomi kreatif dalam rangkaian lomba balap sepedaTour de Siakditunda. Penundaan ini dilakukan karena kabut asap kebakaran lahan dan hutan yang pekat.

    "Mempertimbangkan kondisi yang ada, lomba foto dan pameran ini kita tunda dulu," kata Syamsuar di Siak, Senin, 14 September 2015. Sesuai jadwal, lomba foto dan pameran ekonomi kreatif seharusnya dibuka pada Senin ini.

    Jajaran Pemerintah Kabupaten Siak bersama Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) akan melakukan rapat untuk menindaklanjuti perkembangan kondisi asap di Provinsi Riau. Kelanjutan persiapan TdS (Tour de Siak) akan sangat bergantung pada rapat yang kini digelar oleh pelaksana tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru untuk membahas status darurat asap.

    "Bapak Gubernur saat ini membahas rencana penetapan status tanggap darurat pencemaran udara bersama Forkompinda, jadi kita menunggu keputusannya," ujar Syamsuar.

    Berdasarkan hasil keputusan pada tingkat Provinsi Riau nanti, nasib TdS 2015 akan ditentukan berdasarkan hasil rapat bersama Pemerintah Kabupaten Siak selaku panitia lokal bersama PB ISSI yang bertanggung jawab sebagai komite teknis. "Keputusan pelaksanaan TdS 2015 akan dibahas bersama komite teknis pertandingan. Pemkab tidak bisa memutuskan sendiri karena hal ini juga melibatkan PB ISSI," tuturnya.

    Hingga kini kabut asap pekat terus menyelimuti sebagian besar wilayah Riau. Kondisi polusi asap dalam level berbahaya. Pemerintah meminta masyarakat tidak beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi asap pekat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.