Fadli Zon: Hary Tanoe Fasilitasi Pertemuan Setya dan Trump

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setya Novanto (tengah) bersama Agus Hermanto (kiri) dan Fadli Zon bersiap memulai rapat pimpinan DPR dengan pimpinan fraksi di ruang rapat pansus, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Setya Novanto (tengah) bersama Agus Hermanto (kiri) dan Fadli Zon bersiap memulai rapat pimpinan DPR dengan pimpinan fraksi di ruang rapat pansus, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menyatakan pengusaha Hary Tanoesoedibjo sebagai fasilitator pertemuan rombongan Setya Novanto dan dirinya dengan Donald Trump. Menurut Fadli, Hary menghubungkan staf Trump dengan Fadli Zon sehingga dijadwalkan pertemuan pada 3 September pukul 13.30 waktu setempat di Trump Tower, New York, Amerika Serikat. 

    "Bila memfasilitasi, dalam arti ikut mengontak dan meng-arrange, ada benarnya," ujar Fadli dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 14 September 2015. 

    Namun, kata politikus Partai Gerakan Indonesia Raya ini, bukan berarti pertemuan itu dijadwalkan jauh-jauh hari. "Ini impromptu, tidak direncanakan," katanya. "Kebetulan kami lowong selesai agenda konferensi parlemen. Jadi, dalam rangka networking, kami bertemu dengan Trump."

    Pengusaha Hary Tanoesoedibjo dikenal sebagai orang kaya Indonesia pemilik MNC Group. Proyek bersama Hary dan Trump adalah pengelolaan resor di kawasan Lido, Bogor, Jawa Barat. Dengan kesepakatan yang ditandatangani pada 19 Agustus 2015 itu, Trump dan MNC Group akan mengelola resor dengan fasilitas bintang enam kedua di Asia, dilengkapi theme park. (Lihat Video: Lima Dugaan Pelanggaran Etik DPR, Merokok sampai Ijazah Palsu, Diduga Melanggar Kode Etik, Pimpinan DPR Terancam Dicopot)

    Kerja sama ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, Trump dan MNC Group sepakat membangun resor terpadu berkelas dunia di Tanah Lot, Bali. 

    Menurut Fadli, selama 30 menit, Trump mengemukakan keinginannya untuk berinvestasi lebih banyak di Indonesia. Trump, kata Fadli, juga memuji Indonesia sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia, tapi moderat. "Dia ditemani tim yang bertanggung jawab pada proyek-proyek di Indonesia," tutur Fadli.

    Fadli dan rombongan yang bertemu Trump mengaku tak masalah pertemuan tersebut bakal diusut Mahkamah Kehormatan DPR. Asalkan diusut secara baik dengan prosedur yang transparan. "Saya menghormati MKD karena sudah bekerja selama ini dengan baik. Tentu kami harapkan dapat bekerja secara profesional, sesuai prosedur yang baik," ucap Setya Novanto.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.