Korban Crane Mekah Asal Bandung Disalati di Masjidil Haram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menurut beberapa saksi, crane jatuh pada sore hari sekitar pukul 5:45, ketika itu masjid penuh sesak oleh jemaah haji. Ozkan Bilgin/Anadolu Agency/Getty Images

    Menurut beberapa saksi, crane jatuh pada sore hari sekitar pukul 5:45, ketika itu masjid penuh sesak oleh jemaah haji. Ozkan Bilgin/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Bandung - Salah seorang calon haji asal Bandung yang menjadi korban jatuhnya alat berat (crane) di Mekah, Raden Adang Joppy Lili, 58 tahun, disalati bersama korban lain di Masjidil Haram, Mekah, Minggu, 13 September. Istrinya yang selamat dari kejadian itu akan ikut salat.

    “Rencananya setelah salat asar waktu Mekah,” kata anak sulung almarhum, Aditya Yoga Hermana, 27 tahun, di rumah duka kepada Tempo.

    Dengan waktu Indonesia bagian barat, selisih waktu dengan Mekah lebih cepat empat jam. Menurut Yoga, ibunya yang ikut berangkat menunaikan ibadah haji, Herma Sarimaya, 47 tahun, telah mengetahui kabar meninggalnya Adang pada Ahad pagi. “Saya sempat telepon ibu, minta agar ikhlas dan ibadahnya diteruskan,” ujar Yoga.

    Berita terbaru: Crane Jatuh di Masjidil Haram

    Adang Joppy Lili merupakan guru ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Bandung sejak 2001. Sebelumnya, sarjana dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung 1984 itu mengajar pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Kristen 1 Dago, Sekolah Menengah Ekonomi Atas Kencana, dan SMK Muslimin Bandung.

    Menurut kakak kembarnya yang lebih tua lima menit, Asep Joly, almarhum aktif dalam kegiatan karang taruna, menjadi Ketua Alumni SMAN 10, salah satu guru favorit di sekolah, pembina organisasi siswa intra sekolah, serta anggota Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Kota Bandung. “Sempat lulus pendidikan untuk menjadi kepala sekolah tahun lalu, tapi tidak diangkat karena terkendala usia,” tutur Asep.

    Sampai petang ini, kerabat almarhum masih banyak yang berkumpul di rumah duka. Adang Joppy meninggalkan seorang istri dan dua anak. Selain Yoga, ada putri bungsunya, Adinda Nurilahsari, 24 tahun. Keluarga mendapatkan kepastian kabar Adang Joppy tewas dari petugas Call Centre Daerah Kerja Mekah lewat telepon pada Minggu sekitar pukul 06.00.

    ANWAR SISWADI

    Baca juga:

    Tragedi Crane Jatuh: Wanita Ini Memang Ingin Meninggal di Mekah
    MU 3-1 Liverpool: Kenapa Kekalahan Ini Selalu Menyakitkan bagi Liverpool?
    Ruhut Bicara Soal Kedekatan Rizal Ramli dengan Artis Cantik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.