TRAGEDI MASJIDIL HARAM: Pesan dan Mimpi Si Saudara Kembar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah calon haji berfoto di depan lokasi terjatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, 12 September 2015. Kecelakaan ini menewaskan lebih dari 100 jemaah. AFP/Getty Images

    Jemaah calon haji berfoto di depan lokasi terjatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, 12 September 2015. Kecelakaan ini menewaskan lebih dari 100 jemaah. AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Bandung - Kakak korban meninggal akibat jatuhnya alat berat (crane) di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, punya pesan dan mimpi yang aneh sebelum saudara kembarnya itu wafat saat menjalankan ritual haji. Korban asal Bandung, Adang Joppy, 58 tahun, menjelang berangkat haji mengaku telah siap wafat di Mekah.

    Adang Joppy berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Herma Sarimaya, 47 tahun. Kakaknya, Asep Joly, mengatakan keduanya berangkat dari rumah mereka di Bandung pada 27 Agustus 2015. Sebelum pergi, Asep menyampaikan tiga pesan kepada adiknya.

    Tiga pesan itu adalah keluarga mengiringi kepergian mereka dengan doa agar ibadahnya lancar dan selamat. Kemudian Asep meminta Adang berkonsentrasi menjalankan ritual haji. "Yang ketiga, saya bilang, kalau ke Mekah sudah harus siap meninggal karena badan sudah dibungkus pakaian ihram,” ujar Asep kepada Tempo di rumah duka, Ahad, 13 September 2015.

    Simak berita lainnya: Crane Jatuh di Masjidil Haram

    Dia juga mengatakan bahwa meninggal di Mekah merupakan sebuah kesempurnaan karena didoakan berjuta umat Islam dalam salat gaib di Masjidil Haram. Jawaban adiknya, kata Asep, dia menyatakan siap beribadah dan meninggal di Mekah.

    Sekitar dua hari ketika Adang dan istrinya melaksanakan ritual haji di Mekah, Asep bermimpi aneh. Dalam mimpinya, ia melihat kakak perempuannya yang telah meninggal dunia. Kemudian ia melihat Adang berada di Madinah. "Kenapa Joppy dan Herma (istrinya) berpisah, dengan saya juga?" kata Asep.

    Baginya, mimpi itu seperti pertanda kabar yang diterima keluarga besar mereka pada Ahad pagi, 13 September 2015. Adang Joppy dinyatakan pemerintah sebagai salah satu korban meninggal akibat ambruknya alat berat (crane) yang berhasil diidentifikasi petugas. Keluarga pun merelakan jenazah almarhum dimakamkan di Arab Saudi.

    ANWAR SISWADI

    Simak: Berita terbaru lainnya

    Topik Terhangat:
    Asap dan Kebakaran Hutan
    Pembunuhan Rian Sekretaris Box XL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.