Kapal Karam di Selat Malaka: WNI Korban Selamat Dipenjara?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam. hydrolance.net

    Ilustrasi kapal tenggelam. hydrolance.net

    TEMPO.CO, Pamekasan - Keluarga tenaga kerja Indonesia asal Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, yang menjadi korban kapal karam di Selat Malaka, Malaysia, mempertanyakan nasib Punadi dan Imam. Keduanya merupakan korban selamat dari musibah yang merenggut nyawa puluhan orang tersebut.

    "Sampai sekarang belum ada komunikasi keduanya dengan keluarga," kata Achmat Fauzan, aparat Desa Plakpak, Kecamatan Pagantenan, Pamekasan, tempat asal kedua TKI, Minggu, 13 September 2015. Keluarga di Pamekasan belakangan tambah gelisah setelah tersiar kabar bahwa Punadi dan Imam dipenjara karena dianggap sebagai TKI ilegal oleh polisi Malaysia.

    Jika kabar itu benar, kata Fauzan, keluarga korban berharap pemerintah Indonesia harus mengupayakan agar keduanya dibebaskan. Apalagi, Fauzan melanjutkan, empat anggota keluarga Punadi dan Imam meninggal dalam musibah itu. "Sudah kehilangan keluarga, masih dipenjara, kasihan," ujarnya.

    Empat keluarga Punadi dan Imam yang meninggal adalah Abdul Hamid dan Sunariyah, mertua; Hosniyah, istri Punadi; dan Hotimah, istri Imam. Keempatnya telah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Secang, Desa Plakpak, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan.

    MUSTHOFA BISRI

    Berita Menarik
    Icha Dijemput Ajal Beberapa Jam Selepas Diwisuda
    Polisi Pemerkosa dan Pembunuh Itu Akhirnya Menunggu Maut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.