Musibah Crane Roboh, PPIH Diminta Segera Identifikasi Korban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah crane patah dan menimpa calon jemaah haji di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, 11 September 2015. Sebanyak 107  orang dilaporkan tewas, termasuk warga negara Indonesia. Ozkan Bilgin/Anadolu Agency/Getty Images

    Sebuah crane patah dan menimpa calon jemaah haji di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, 11 September 2015. Sebanyak 107 orang dilaporkan tewas, termasuk warga negara Indonesia. Ozkan Bilgin/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Makassar - Insiden jatuhnya crane di area Masjid Masjidil Haram, Mekah, menelan banyak korban, termasuk dari Indonesia. Di antaranya korban luka-luka dari jemaah haji embarkasi Hasanuddin, Makassar.

    Legislator Partai Keadilan Sejahtera, Sri Rahmi, menyerahkan masalah ini kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk urusan teknis penanganan korban.

    "Kami minta PPIH segera melakukan identifikasi korban. Laporkan resmi ke keluarga di Tanah Air biar ada kejelasan, supaya tidak simpang siur tentang kondisi korban," kata Sri Rahmi, Sabtu, 12 September 2015.

    Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan ini berharap PPIH juga mengusahakan dengan maksimal agar para jemaah haji bisa wukuf pada 9-10 Zulhijah.

    "Jemaah haji dari Indonesia tahun ini memang sangat banyak cobaannya, dari visa yang terlambat hingga ujian badai angin dan pasir yang menyebabkan crane runtuh dan menelan korban. Kita doakan agar mereka tabah menjalani ujian ini," ujar Sri Rahmi.

    ARDIANSYAH RAZAK BAKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.