Lagi, Kapolri Mutasi 220 Perwira Menengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Jenderal Anang Iskandar menanda tangani berita acara serah terima jabatan disaksikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di gedung Rupatama, Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta, 7 September 2015. Anang meminta publik untuk tak khawatir atas tanggung jawab baru yang dipikul Budi Waseso sebagai kepala BNN. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Komisaris Jenderal Anang Iskandar menanda tangani berita acara serah terima jabatan disaksikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di gedung Rupatama, Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta, 7 September 2015. Anang meminta publik untuk tak khawatir atas tanggung jawab baru yang dipikul Budi Waseso sebagai kepala BNN. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti kembali memutasi 220 perwira menengah berpangkat ajun komisaris besar dan komisaris besar. Mutasi tersebut tercantum dalam surat telegram rahasia bernomor ST/1936/IX/2015 dan ST/1937/IX/2015 tertanggal 11 September 2015.

    "Pelantikan akan diserahkan kepada kasatker (kepala satuan kerja) masing-masing," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto melalui pesan singkat, Sabtu, 12 September 2015.

    Staf pribadi Kapolri, AKPB Ade Ary, juga turut dimutasi. Dia diangkat menjadi Kepala Kepolisian Resor Cimahi, Jawa Barat. Ade menuturkan akan menduduki jabatan barunya secara efektif maksimal dalam 14 hari ke depan setelah menerima TR. "Paling lama dua pekan (serah-terima jabatan)," ucap Ade.

    Sebelumnya, Kapolri memutasi 71 perwira tinggi dan menengah pada 3 September 2015. Salah satunya Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Budi Waseso. Ia bertukar jabatan dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Besar Anang Iskandar. Selain itu, delapan kepala kepolisian daerah turut dimutasi.

    Meski jumlah perwira yang dimutasi cukup banyak, Agus mengatakan hal ini bukan termasuk mutasi luar biasa. "Untuk jumlah, tidak menjadi persoalan, karena memang mutasi itu perlu dan harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.


    DEWI SUCI RAHAYU



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.