Empat Anggota Jemaah Haji Asal Embarkasi Padang Jadi Korban Crane

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah crane patah dan menimpa calon jemaah haji di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, 11 September 2015. Sebanyak 107  orang dilaporkan tewas, termasuk warga negara Indonesia. Ozkan Bilgin/Anadolu Agency/Getty Images

    Sebuah crane patah dan menimpa calon jemaah haji di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, 11 September 2015. Sebanyak 107 orang dilaporkan tewas, termasuk warga negara Indonesia. Ozkan Bilgin/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Padang - Sebanyak empat anggota jemaah haji asal embarkasi Padang, Sumatera Barat, menjadi korban jatuhnya mobile crane di Masjidil Haram, Mekah, Jumat, 11 September 2015.

    "Ada empat anggota jemaah kita menjadi korban: tiga asal Sumatera Barat dan satu dari Bengkulu," ujar pelaksana tugas Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat Damri Tanjung di Padang, Sabtu, 12 September 2015.

    Mereka adalah Tri Murti Ali, 65 tahun, kloter Padang 003 asal Kabupaten Solok; Zulfitri Zaini Haji (56), kloter Padang 003 asal Kabupaten Solok; dan Zainiwarti Munaf Umma (64) kloter 004 asal Kota Bukittinggi. Sedangkan satu korban lain asal Bengkulu adalah Ali Sabri Salamun, 51 tahun, kloter 007.

    "Saat ini mereka mendapatkan perawatan di RSAS, Mekah," ujarnya. Damri menuturkan Kementerian Agama berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait dengan kondisi korban.

    Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat Efrizal mengatakan, menurut informasi di sana, korban asal embarkasi Padang mengalami luka-luka. Saat ini mereka sudah mendapatkan perawatan intensif.

    Sebelumnya, badai besar disertai hujan deras dengan butir-butir kecil es, angin kencang, dan suara gemuruh melanda Kota Suci Mekah, pada Jumat sore sejak pukul 17.10 waktu Arab Saudi atau pukul 21.10 WIB. Badai itu menyebabkan crane atau alat berat konstruksi jatuh dan menimpa orang-orang yang ada di sekitarnya.

    ANDRI EL FARUQI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.