Menyelinap di Antara Jemaah Haji, Copet Ini Babak Belur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Bangkalan - Tidak ada yang menyangka MS, 45 tahun, adalah copet. Berbaju koko dan peci serbaputih, warga Simokerto, Surabaya, ini dikira pak haji yang sedang mengantarkan jemaah haji Kabupaten Bangkalan yang diberangkatkan dari Masjid Jamik, Sabtu, 12 September 2015.

    Kedoknya baru terbongkar saat dia hendak mengambil dompet milik Sumardi, warga pengantar salah satu anggota jemaah haji. Aksinya itu diketahui rekan Sumardi yang berdiri di belakangnya dan langsung mengamankan korban. MS pun sempat dipukuli warga sebelum diamankan polisi dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja ke dalam Masjid Jamik.

    "Saya bukan copet. Ini dompet saya sendiri," kata MS saat digiring petugas keamanan, Sabtu 12 September 2015.

    Tak percaya, polisi menggeledah isi tas MS. Polisi menemukan belasan dompet hasil mencopet. MS kian terpojok setelah Sumardi bersaksi bahwa salah satu dari belasan dompet itu miliknya. "Dia yang copet saya. Ada saksinya," ucap Sumardi, warga Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya.

    Tertangkapnya MS membuat banyak orang berdatangan serta mengaku telah kehilangan uang dan ponsel. "Saya kehilangan uang Rp 2 juta dan HP," tutur Siti Rahma, korban lain.

    Melihat banyaknya dompet yang berhasil digasak, polisi yakin MS tidak beroperasi sendiri. Namun, saat diinterogasi, MS berkukuh beraksi sendiri. "Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pelaku dibawa ke Kepolisian Resor  Bangkalan," kata seorang polisi, Wahyudi.

    MUSTHOFA BISRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.