Polri Telusuri Peluru Penembak di Kementrian ESDM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penembakan. Getty Images

    Ilustrasi Penembakan. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan pihaknya sedang menelusuri proyektil peluru yang ditemukan dalam insiden penembakan di Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Menurut dia, hasil penelusuran oleh tim forensik Mabes Polri akan segera keluar. "Belum dapat dipastikan kapan hasilnya diketahui. Kami upayakan segera selesai," katanya di kompleks Mabes Polri, Jumat, 11 September 2015.

    Ruangan Staf Khusus Menteri ESDM Sudirman Said, Widhyawan Prawiraatmadja, menjadi sasaran penembakan orang tak dikenal, Kamis, 9 September 2015. Di dalam ruangan itu ditemukan sejumlah proyektil peluru. Mujur, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

    Agus menerangkan, kasus ini ditangani Polda Metro Jaya. Sebanyak empat saksi telah diperiksa di Polda Metro. "Mabes Polri hanya membantu soal uji forensiknya," ujarnya.

    Sebelumnya, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan polisi sudah menemukan beberapa titik terang dari hasil olah tempat kejadian perkara peristiwa penembakan di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta Selatan. Satu kesimpulan tersebut, kata Tito, pelaku penembakan diduga berada di posisi sekitar 40 meter dari lokasi kejadian.

    Menurut Tito, saat melakukan aksinya, pelaku diduga berdiri di sekitar jalan layang Cassablanca, Jakarta Selatan. Selain itu, kata Tito, dari hasil temuan polisi, pelaku penembakan diduga seorang amatiran.

    Belum diketahui motif pelaku penembakan. Tito menduga ada kemungkinan pelaku memiliki persoalan dengan orang-orang yang ada di ruangan Kementerian ESDM tersebut.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.