Watimpres Sarankan Rizal Ramli Lebih Banyak Diam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Wantimpres, Suharso Monoarfa. TEMPO/Subekti

    Anggota Wantimpres, Suharso Monoarfa. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Suharso Monoarfa menilai Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli adalah pribadi yang cerdas. Rizal, menurut dia, sedang berusaha menjadi bagian pemerintah mencari solusi.

    "Ini orang problem solver," kata dia kepada Tempo, Jumat, 11 September 2015. Namun dia menyarankan Rizal lebih banyak diam dari pada berbicara saat mencari solusi permasalahan pemerintahan. "Beliau mungkin lebih banyak diam, bagus."

    Bagi Suharso, Rizal adalah orang yang memiliki kapasitas untuk memimpin Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya. Karena itu, dia ingin Rizal menerapkan prinsip silent is golden. Namun jika merasa ada sesuatu yang dinilai penting untuk disampaikan ke masyarakat, kata dia, Rizal tak masalah membuka mulut untuk menyampaikan informasi.

    Rizal Ramli kerap kali blakblakan mengkritik kebijakan pemerintah, seperti megaproyek pembangkit listrik 35 ribu Mega Watt, pembangunan jaringan pipa BBM, dan pengadaan storage minyak. Dia menilai tidak efisien dan tidak ada pentingnya Pertamina membangun jaringan pipa BBM di seluruh Indonesia.

    Soalnya, selama ini BBM dapat diangkut melalui truk dan kapal. "Kalau kita bangun jaringan pipa BBM itu bisa bangkrut trucking bisnis dan lain-lain," katanya, Kamis, 10 September 2015. Alasan kedua, Pertamina harus hati-hati membangun pipa BBM dari segi keamanan. Jika teroris meletakkan satu atau dua bom saja di lokasi pipa, seluruh jaringan dapat hancur.

    Dia mengatakan hanya negara dengan sistem keamanan sangat kuat, seperti Rusia, yang membangun pipa BBM. Berdasarkan kebutuhan, Indonesia justru membutuhkan jaringan pipa gas agar rakyat dapat menikmati energi hemat dan ramah lingkungan.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.