DPD Minta Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI berjalan sebelum mengikuti upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Sebanyak 1.050 parajurit TNI dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan di wilayah Sumatra Selatan. ANTARA/M Agung Rajasa

    Prajurit TNI berjalan sebelum mengikuti upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Sebanyak 1.050 parajurit TNI dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan di wilayah Sumatra Selatan. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Padang - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman meminta pemerintah dan kepolisian untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan agar bencana kabut asap ini tak berulang setiap tahun.

    "Harus ada tindakan tegas kepada pelaku yang melakukan itu. Kalau perlu cabut izinnya," ujarnya saat pembukaan Konferensi Nasional Hukum Tata Negara yang diselenggarakan Pusat Studi Konstitusi, Kamis malam, 10 September 2015.

    Menurut dia, sudah ada cara untuk membersihkan lahan dan hutan, tidak dengan cara membakar. Makanya jika masih ada yang melanggar harus ditindak tegas. "Bisa dipantau dari titik koordinatnya. Jika masih membakar, cabut saja izinnya," ujarnya.

    Sebelumnya, Jaksa Agung M. Prasetyo meminta kepolisian dan penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencari pelaku utama pembakaran hutan.

    Selama ini kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah baru menyentuh petugas lapangan. "Siapa di belakang pembakar itu yang harus ditindak," ujarnya.

    Menurut dia, pengusaha pembakar hutan selalu berdalih pelaku bukan karyawan perusahaan. Padahal secara logika pengusaha seharusnya bisa memadamkan api jika merembet ke lahannya. Namun pengusaha membiarkan kebakaran itu.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.