'I Want SBY Back' Bisa Jadi Cermin Kemunduran Demokrat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • susilo bambang yudhoyono

    susilo bambang yudhoyono

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik, Hamdi Muluk, mengatakan penyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas tentang “I Want SBY Back” hanya untuk Demokrat. “Pernyataan itu hanya untuk memompa semangat kader Demokrat,” katanya saat dihubungi, Jumat, 11 September 2015.

    Hamdi mengatakan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono masih memiliki pamor yang sangat kuat di mata kadernya. Hal itu terlihat dengan SBY kembali menjadi ketua umum dan berkuasa di partai berlambang Mercy itu.

    Hamdi pun mengingatkan bahwa pernyataan itu disampaikan pada hari ulang tahun Demokrat. Artinya, kegiatan tersebut hanya untuk kalangan internal Demokrat. “Komunikasi itu bukan untuk komunikasi politik ke khalayak lebih luas,” ujarnya.

    Hamdi tidak yakin mengenai maksud Ibas menyatakan “I Want SBY Back”, apakah meminta agar SBY kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden atau tidak. Bila itu terjadi, Hamdi menilai akan ada kemunduran dalam partai tersebut karena tidak mau melupakan masa lalu. “Semakin terlihat tidak ada kader di partai itu karena tidak bisa move on dari SBY,” tutur Hamdi.

    Sebelumnya, Ibas mengklaim banyak masyarakat yang merindukan sosok kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI. Menurut Ibas, rakyat menilai bahwa ayahnya berhasil memimpin Indonesia dibanding dengan pemerintah sekarang. "Banyak yang rindu dan bilang, 'I want SBY back'," ucap Ibas saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-14 Demokrat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2015.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kakak Adik Marc dan Alex Marquez di Tim Honda, Tandem atau Rival?

    Honda resmi menunjuk Alex Marquez menjadi tandem Marc Marquez. Adik dan Kakak itu akan bertandem dalam satu tim. Atau akan bersaing?