Kereta Api Jalur Babat-Jombang Bakal Diaktifkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja melakukan perawatan rel kereta api di kawasan Manggarai, Jakarta, Minggu 4 Januari 2015. Dengan peralatan sederhana para pekerja berusaha memperbaiki rel atau bantalan kereta api.  M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Sejumlah pekerja melakukan perawatan rel kereta api di kawasan Manggarai, Jakarta, Minggu 4 Januari 2015. Dengan peralatan sederhana para pekerja berusaha memperbaiki rel atau bantalan kereta api. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Lamongan - Jalur kereta api Kecamatan Babat, Lamongan, menuju Jombang bakal diaktifkan lagi. Jalur kereta api berjarak sekitar 48 kilometer itu mangkrak lebih dari 35 tahun. Menurut Penjabat Bupati Lamongan Wahid Wahyudi, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur.

    Salah satu yang dibicarakan adalah rencana menghidupkan kembali kereta api rute Babat-Jombang. “Ya, akan kami hidupkan lagi,” ujarnya di Kecamatan Paciran, Lamongan, Kamis, 10 September 2015.

    Dia menambahkan, pihak Kabupaten Lamongan, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), dan Dinas Perhubungan Jawa Timur sedang membahas serius soal pengaktifan jalur kereta api tengah tersebut. Dalam waktu dekat, akan ada tindak lanjut rapat koordinasi terkait dengan program jalur kereta api Babat-Jombang tersebut.

    Jalur kereta api Babat-Jombang dimulai dari Stasiun Kereta Api Babat yang berjarak sekitar 31 kilometer arah barat Kota Lamongan. Rel kereta api Babat-Jombang melintasi beberapa kecamatan di Lamongan bagian barat.

    Di antaranya Kecamatan Kedungpring, Ngimbang, Lamongan, kemudian Ploso, Megaluh, Kabupaten Jombang. Sedangkan lokasi rel kereta api juga melintas di kawasan hutan jati milik Perhutani di antara perbatasan Lamongan dan Jombang.

    Kereta api jalur tengah tersebut pernah aktif sekitar 1980. Jalur itu menghubungkan kereta api lintas selatan—Stasiun Kota Gubeng, Surabaya-Madiun-Solo-Yogyakarta-Purwokerto- Cirebon dan Jakarta. Sedangkan jalur kereta api lintas selatan berangkat dari Stasiun Kereta Api Pasar Turi, Surabaya-Lamongan-Babat-Bojonegoro-Cepu-Semarang-Cirebon-Jakarta.

    Menurut juru bicara Pemerintah Kabupaten Lamongan, Sugeng Widodo, di jalur kereta api Babat-Jombang sebagian telah berdiri bangunan penduduk. Terutama di Kecamatan Kedungpring dan Kecamatan Ngimbang. Sedangkan masuk di Kabupaten Jombang, ada kemungkinan kondisinya sama.

    “Kami berupaya mensterilkan lahan di rel kereta api,” ujarnya kepada Tempo, Kamis, 10 September 2015.

    Dia menambahkan, tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Lamongan tengah melakukan pendataan di lapangan. Pada intinya, proses pembebasan lahan melibatkan PT KAI serta Perhutani, yang mempunyai lahan kawasan hutan di antara jalur Babat-Jombang.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.