Rawan Penyelewengan, Begini Cara Wonosobo Awasi Dana Desa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan Kepala Desa yang tergabung dalam Parade Nusantara melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta, Senin, (22/02). Mereka menuntut pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang Pemerintahan Desa dan RUU Pembangunan pedesaan. TEMPO/Imam Sukamto

    Ribuan Kepala Desa yang tergabung dalam Parade Nusantara melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta, Senin, (22/02). Mereka menuntut pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang Pemerintahan Desa dan RUU Pembangunan pedesaan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Wonosobo - Untuk mencegah penggunaan bantuan dana desa tak tepat sasaran atau diselewengkan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyiapkan para relawan untuk mengawasi penggunaan dana desa di setiap desa.

    Bupati Wonosobo Kholik Arief menyatakan para relawan tersebut diberi pelatihan ihwal anggaran desa, aset pemerintahan desa, hingga potensi masing-masing desa. “Per desa ada lima orang relawan pengawas anggaran desa,” kata Kholik Arief, kepada Tempo, di Semarang, Kamis, 10 September 2015.

    Para relawan itu direkrut dari berbagai pihak, seperti aktivis pemuda desa, bekas pamong desa, para guru, pegawai negeri sipil, tokoh desa, dan lain-lain. Proses penggemblengan para relawan itu melalui pelatihan yang diberi nama Sekolah Pembaharuan Desa.

    Kholik menyatakan relawan yang sudah mengikuti pelatihan akan diterjunkan langsung ke desa. Mereka membantu aparat desa agar anggaran desa bisa tepat sasaran dan tak ada penyelewengan. Misalnya, relawan bersama aparat desa melakukan analisis kebijakan desa berbasis pada aset, relawan juga didorong bisa ikut mengawasi penggunaan dana dan kebijakannya, menyusun aset berbasis manajemen, hingga terlibat dalam proses penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDES). Tak hanya itu, relawan juga harus bisa ikut mengevaluasi dan memberikan masukan atas kebijakan di masing-masing desa.

    Relawan juga mengikuti pelatihan pemetaan sosial di masing-masing desa yang bertujuan untuk membekali pengetahuan dan keterampilan tentang pemetaan sosial di masing-masing desa. Jumlah desa di Wonosobo sebanyak 236 desa.

    Kholik menyatakan penyaluran dana dari pemerintah ke desa terbilang besar. Tahun ini, kata dia, anggaran dana yang disalurkan ke desa-desa mencapai Rp 147 miliar, terdiri dari dana desa bersumber pemerintah pusat (APBN) Rp 66 miliar, anggaran dana desa (ADD) dari APBD Kabupaten Wonosobo Rp 77 miliar serta dana bagi hasil pajak/retribusi daerah APBD Kabupaten Wonosobo sebesar Rp 3 miliar. Proses penyaluran dana tersebut dilakukan secara bertahap dengan komposisi 40 persen tahap pertama dan kedua serta 20 persen tahap ketiga.

    Selama ini, kata dia, aparat desa di Wonosobo juga sudah terbiasa mengelola dana desa. Sebab, sejak 2003, Pemerintah Kabupaten Wonosobo sudah menyalurkan bantuan dana ke desa yang jumlahnya selalu bertahap, mulai dari Rp 40 juta, Rp 70 juta, Rp 140 juta, Rp 170 juta, dan kini Rp 300 juta per desa.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.