Cemaskan Kabut Asap, 81 Ribu Siswa di Tanah Datar Diliburkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor mengenakan masker saat terjadi pembakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di Kampar, Riau, 5 September 2015. Kabur asap tidak hanya terjadi di Riau, tetapi meluas hingga ke sejumlah kota di Sumatera dan Malaysia. (Aditya/Anadolu Agency/Getty Images)

    Pengendara motor mengenakan masker saat terjadi pembakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di Kampar, Riau, 5 September 2015. Kabur asap tidak hanya terjadi di Riau, tetapi meluas hingga ke sejumlah kota di Sumatera dan Malaysia. (Aditya/Anadolu Agency/Getty Images)

    TEMPO.CO, Tanah Datar - Masih memburuknya kondisi udara gara-gara kabut asap, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah. "Mulai besok seluruh siswa kami liburkan. Karena laporan dari Dinas Kesehatan sudah banyak warga yang menderita ISPA," ujar Bupati Tanah Datar M. Shadiq Pasadigoe, kepada Tempo, Rabu, 9 September 2015.

    Shadiq mengatakan para siswa yang diliburkan tidak dibolehkan beraktivitas di luar rumah. Sebab, kabut asap dinilai sudah berbahaya bagi kesehatan. "Orang tua diminta untuk mengawasi anak-anaknya di rumah," ujarnya.

    Kepala Dinas Pendidikan Tanah Datar Indra mengatakan, sebanyak 81 ribu siswa diliburkan dari Kamis, 10 September, hingga Sabtu, 12 September 2015. Keputusan ini diambil setelah adanya pengukuran indeks standar pencemaran udara di Tanah Datar, yang menunjukkan tingkat konsentrasi aerosol atau partikel debu (PM10) 322 mikrogram per meter kubik atau dengan kategori sudah sangat tidak sehat. "Jumlah penderita ISPA yang berobat ke puskesmas terus meningkat," ujarnya.

    Menurut Indra, sebelum adanya kebijakan pemerintah untuk meliburkan sekolah, para kepala sekolah sudah melaporkan banyak guru dan siswa yang minta izin tidak masuk sekolah karena menderita batuk-batuk dan sakit tenggorokan akibat kabut asap.

    Menurut Indra, agar siswa tidak beraktivitas di luar rumah, pihak sekolah sudah memberikan pekerjaan rumah. "Sudah kita instruksikan guru-guru dan kepala sekolah untuk memberikan PR kepada anak-anak," ujarnya.

    Hingga Selasa, 8 September 2015, jumlah titik panas di Sumatera dilaporkan terus berkurang, dari 413 titik menyusut menjadi 39 titik panas. Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru titik panas terbanyak berada di Sumatera Selatan.

    Titik panas di Sumatera Selatan berjumlah 22 titik, Sumatera Utara 2 titik, adapun Bangka Belitung, Sumatera Barat, dan Aceh ditemukan ada 1 titik panas. Demikian pula dengan di Riau, titik panas terpantau di Rokan Hilir.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?