Ulang Tahun, SBY Ingin Jadi Guru Bangsa, Bukan Presiden Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono, memberi kuliah umum pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 2 September 2015. SBY memberikan kuliah umum pada seluruh mahasiswa baru UPI dengan tema Pendidikan Kedamaian Untuk Memperkokoh Jati Diri Bangsa. TEMPO/Prima Mulia

    Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono, memberi kuliah umum pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 2 September 2015. SBY memberikan kuliah umum pada seluruh mahasiswa baru UPI dengan tema Pendidikan Kedamaian Untuk Memperkokoh Jati Diri Bangsa. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan Susilo Bambang Yudhoyo tak akan maju sebagai calon presiden dalam pemilihan 2019. Ia menilai SBY lebih baik menjadi guru bangsa karena keberhasilannya memimpin negara dan partai.

    "Kami obyektif, rasional, dan taat konstitusi bahwa SBY tak mungkin lagi jadi presiden. Dia juga berulang kali menyatakan cukup jadi guru bangsa," katanya kepada Tempo, di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 9 September 2015.

    Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengatakan banyak orang menginginkan SBY kembali menjadi presiden. Menurut dia, SBY terbilang mampu menyelesaikan masalah selama 10 tahun terakhir.

    "Banyak yang rindu dan mengatakan, 'I want SBY back.' Saya cuma bisa tersenyum, artinya banyak yang makin cinta sama Demokrat," kata Ibas saat pidato pembukaan ulang tahun Partai Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan.

    Didik menilai pernyataan Ibas itu sebagai refleksi pengalamannya saat mengunjungi konstituen. Anggota Fraksi Partai Demokrat, kata Didik, terus memperkuat nama partai di tingkat daerah, terutama menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2015. "Rakyat berekspektasi ketika mereka merasa tekanan ekonomi saat ini sungguh berat dan program saat ini tak semaksimal dulu," ucapnya.

    Juru bicara Partai Demokrat, Dede Yusuf, menganggap ungkapan agar SBY kembali merupakan hal yang wajar. Dulu, SBY juga diserang dengan poster-poster bergambar Presiden Soeharto bertulisan "Enak zamanku tho?". 

    "Itu perbandingan, bukan berarti SBY kembali jadi presiden. Tapi mereka rindu pemerintahan lama, seperti dulu SBY dibandingkan dengan sosok Soeharto," ucapnya. Demokrat belum menyiapkan nama kader yang akan diajukan dalam pemilihan presiden empat tahun mendatang. "Masih terlalu dini membicarakan itu. Yang jelas, kata SBY, bagaimana menyiapkan agar partai rebound di pemilu," katanya.

    SBY langsung membantah akan maju dalam Pemilu Presiden 2019. "Saya tegaskan, di samping sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, saya mantan presiden. Bukan calon presiden," katanya.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.