Hujan Turun, Kualitas Udara di Riau Berangsur Membaik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaum muslimin memadati halaman Masjid usai melaksanakan salat Istisqa' (minta hujan) di Masjid Agung An'nur Pekanbaru, Riau, 7 September 2015. Dengan dilaksanakanya salat istisqa' warga berharap hujan segera turun agar kabut asap kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas. ANTARA/Rony Muharrman

    Kaum muslimin memadati halaman Masjid usai melaksanakan salat Istisqa' (minta hujan) di Masjid Agung An'nur Pekanbaru, Riau, 7 September 2015. Dengan dilaksanakanya salat istisqa' warga berharap hujan segera turun agar kabut asap kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah Riau membuat kualitas udara  berangsur-angsur membaik. Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan perlahan hilang. Jarak pandang di Pekanbaru pada pukul 07.00 menjadi 1.500 meter.

    "Alhamdulillah, hujan tadi malam buat asap berkurang, udara sejuk," kata Nova, warga Jalan Lobak, Pekanbaru, Rabu, 9 September 2015.

    Berdasarkan pantauan Tempo, hujan lebat yang mengguyur Pekanbaru pada pukul 01.00  sedikit mengurangi polusi asap. Udara pun terasa sejuk. Hingga siang hari, mendung masih bergelayut di langit Pekanbaru.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger mengatakan hujan turun merata di sejumlah wilayah Riau bagian utara, timur, barat, dan pesisir, seperti Pekanbaru, Bengkalis, Meranti, Rupat, Dumai, dan Kampar.

    Namun  hujan tersebut belum sampai ke wilayah selatan di kawasan Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. "Hujan hampir merata terjadi di daerah," ujarnya.

    Edwar mengakui turunnya hujan mampu mengurangi polusi asap. Satuan tugas pemadam kebakaran, kata dia, terus berupaya melakukan teknik modifikasi cuaca untuk memancing hujan buatan. Di sisi lain, upaya pemadaman kebakaran hutan lewat udara masih terus dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Kampar dan Pelalawan.

    Meski Riau diguyur hujan, titik api masih terpantau di beberapa daerah. Edwar mengklaim asap Riau saat ini merupakan kiriman dari Jambi dan Sumatera Selatan. "Titik api masih ada, tapi tidak banyak," ujarnya.

    Hajan turut membantu jarak pandang di sejumlah wilayah meningkat, seperti di Pekanbaru 1.500 meter dan Rengat 1.000 meter. Sedangkan dua daerah masih terganggu asap, yakni Dumai dengan jarak pandang 300 meter dan Pelalawan 200 meter.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?