Menteri Agama Ajak Umat Islam Salat Minta Turun Hujan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak mencari ikan di kolam lumpur di kawasan Pataruman, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 23 Agustus 2015. Sejumlah kolam di kawasan ini kering dan kini tinggal satu kolam yang debit airnya semakin susut akibat kemarau. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah anak-anak mencari ikan di kolam lumpur di kawasan Pataruman, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 23 Agustus 2015. Sejumlah kolam di kawasan ini kering dan kini tinggal satu kolam yang debit airnya semakin susut akibat kemarau. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak masyarakat untuk melakukan salat meminta hujan (istisqa) di tengah rendahnya curah hujan di banyak daerah di Indonesia.

    "Saya mengimbau umat Islam untuk mengadakan salat Istisqa untuk meminta turun hujan," kata Lukman lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu, 9 September 2015.

    Menteri Lukman  mengharapkan para ulama, pimpinan ormas Islam, dan imam masjid agar berinisiatif mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, mengadakan salat Istisqa secara berjemaah.

    Salat Istisqa merupakan salat sunnah dua rakaat yang dianjurkan untuk memohon turun hujan.
    Salat Istisqa dilakukan dengan dua rakaat yang dilanjutkan dengan khutbah. Dalam khutbahnya, khatib akan menjelaskan tentang urgensi salat Istisqa dan kebutuhan manusia akan rahmat Allah dalam semua hal. Kemudian, khatib meminta hujan kepada Allah dengan doa yang khusyuk.

    Selain umat Islam, Menteri Lukman juga mengimbau umat beragama lainnya turut berdoa agar hujan segera turun dan membawa berkah bagi umat manusia.

    "Saya juga mengajak seluruh umat beragama lainnya turut berdoa agar hujan segera turun dan membawa berkah," katanya.

    Musim kemarau sendiri melanda Tanah Air dan sudah memasuki bulan keenam, terhitung sejak bulan Maret lalu yang ditandai menurunnya intensitas curah hujan.

    Hujan yang tak kunjung turun menyebabkan sumur penduduk mengering dan mulai mengancam lahan pertanian di beberapa wilayah di Indonesia.

    Suhu panas akibat kekeringan panjang juga berdampak pada terbakarnya sebagian lahan hutan dan menyebabkan kabut asap yang mengganggu aktivitas penduduk hingga menyebabkan penyakit pernapasan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.