Pembubaran IPDN, Menteri Tjahjo: Pak Ahok Lebih Hebat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri), bersama Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), usai pertemuan tertutup dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, 23 Maret 2015. Dalam pertemuan tersebut, Wapres juga mengimbau agar Gubernur dan DPRD DKI melakukan perdamaian agar tak ada konflik antar lembaga. TEMPO/Imam Sukamto

    Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri), bersama Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), usai pertemuan tertutup dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, 23 Maret 2015. Dalam pertemuan tersebut, Wapres juga mengimbau agar Gubernur dan DPRD DKI melakukan perdamaian agar tak ada konflik antar lembaga. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo enggan berkomentar mengenai usul pembubaran Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

    "Tanya Ahok dong, kan Pak Ahok lebih hebat," katanya di kantor Presiden, Selasa, 8 September 2015. Tjahjo enggan menanggapi lebih lanjut soal usul pembubaran IPDN tersebut.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengusulkan pembubaran IPDN. Menurut Ahok, sapaan Basuki, pegawai negeri tidak harus berasal dari IPDN.

    Ahok juga menilai banyak alumnus IPDN menyogok jaksa atau inspektorat agar tidak diperiksa. "Saya tidak pernah pakai ajudan dari IPDN atau STPDN sejak menjabat bupati. Saya tidak mau pakai," katanya.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.