Heboh Arloji Mahal Setya Novanto, Ruhut Sitompul: Capek Deh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politisi Partai Demokrat dan juga Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul mengangkat kedua tangannya saat dicecar pertanyaan oleh wartawan setibanya di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta (12/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Politisi Partai Demokrat dan juga Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul mengangkat kedua tangannya saat dicecar pertanyaan oleh wartawan setibanya di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta (12/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Hukum dari Partai Demokrat Ruhut Sitompul ogah blak-blakan soal jam tangan mewah yang dikenakannya. Ia mengaku jam tangan berwarna kuning keemasan itu tak semahal milik Ketua DPR Setya Novanto.

    "Ah ini biasa saja, tipe lama. Nggak ada apa-apanya," kata Ruhut di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 7 September 2015.

    Saat diminta menunjukkan arlojinya, Ruhut tersenyum lalu menghindar. Ia menutupi jamnya dengan kemeja batik lengan panjang. "Sudahlah, saya tak koleksi jam," kata pengacara yang pernah menjadi aktor layar kaca itu.

    Padahal, tiga tahun lalu Ruhut disorot media karena mengenakan arloji seharga Rp 300 juta. Politikus gaek itu mengaku hanya punya satu jam tangan Rolex seri Yacht-Master II berwarna keemasan dipadu biru tua di lingkar dalam jam.

    Jam tersebut tampak sama dengan yang dikenakannya saat ini. Namun, dia mengatakan arlojinya kini bermerk Tag Heur. "Tag Heur yang biasa," kata dia.

    Politikus Senayan -- sebutan bagi para anggota DPR-- tak hanya menggunakan jam tangan untuk penanda dan pengingat waktu. Mereka rela membeli arloji bernilai jutaan rupiah untuk penunjang gaya.

    Terakhir, Ketua DPR Setya Novanto tampak menggunakan jam mahal saat bertemu Donald Trump di Amerika Serikat, pekan lalu. Ia memakai jam bermerk Richard Mille seharga miliaran rupiah.

    Ruhut ogah mengomentari koleksi jam tangan Novanto yang konon harganya melebihi koleksi jam tokoh dunia. "Ah sudahlah, capek mengomentari dia. Capek deh," kata Ruhut.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.