Tim Ekspedisi Sungai Serayu Temukan Situs Telantar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sungai Serayu Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jateng. ANTARA/Idhad Zakaria

    Sungai Serayu Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jateng. ANTARA/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO , Banjanegara - Tim ekspedisi Sungai Serayu menemukan sejumlah situs sejarah yang tidak terawat dalam penelusuran mereka dari Tuk Bima Lukar sampai Muara. Saat berada di wilayah Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, tim menemukan batu berbentuk kursi atau dingklik kecil dan sebuah gandrik, seperti ulekan sambal, yang konon merupakan tempat duduk pertapaan tokoh pewayangan Antawijaya.

    “Warga di sini percaya ini adalah batu tempat duduk Antawijaya yang sedang bertapa,” kata Heni Purwono, ketua tim ekspedisi bidang sosial budaya, Senin, 7 September 2015.

    Sejarawan dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Profesor Sugeng Priyadi, mengatakan Dusun Dadapan di Kecamatan Garung, Wonosobo, diduga merupakan bengkel kerja tempat pembuatan Candi Dieng. Di tempat tersebut ditemukan beberapa arca dan bagian candi yang bentuknya tidak utuh lagi.

    “Ada juga arca berbadan singa berkepala manusia, kemuncak, talang, serta arca berbentuk orang duduk setinggi setengah meter,” katanya.

    Selain itu, sekitar 3 kilometer ke bawah dari situs yang ada di Dusun Dadapan, tim menemukan batu-batu berbentuk persegi. Tapi mereka belum dapat memastikan umur dan kepastian batu tersebut merupakan reruntuhan candi atau bukan. Temuan tim ekspedisi tersebut diduga dibuat pada zaman Mataram kuno.

    ARIS ANDRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?