Lahan Terbakar, Siswi SMP Tewas Terpanggang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran dari Departemen Kehutanan menyemprotkan air pada kawasan hutan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang Desa di Kampar, Riau di Indonesia, 6 September 2015. REUTERS/YT Haryono

    Petugas pemadam kebakaran dari Departemen Kehutanan menyemprotkan air pada kawasan hutan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang Desa di Kampar, Riau di Indonesia, 6 September 2015. REUTERS/YT Haryono

    TEMPO.CO, Palembang - Kebakaran lahan dan hutan mulai memakan korban jiwa. Di Kota Lahat, Sumatera Selatan, seorang siswi SMPN 2 Lahat tewas terpanggang setelah terperangkap di dalam kobaran api.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lahat Ismail Lukman mengatakan, kejadian berlangsung sangat cepat ketika korban dan sembilan teman lainnya sedang menikmati pemandangan alam di Bukit Serelo. "Mereka ada sepuluh orang sedang berwisata ketika api berkobar," kata Ismail, dihubungi dari Palembang, Senin, 7 September 2015.

    Korban bernama Meylin Rahmadiyah, 15 tahun, ditemukan telah tewas di sekitar bukit Serelo, Kecamatan Merapi Selatan. Peristiwa itu bermula ketika korban bersama teman-temannya melakukan pendakian di sekitaran bukit pada Minggu, 6 September 2015. Awalnya, korban dan temannya tidak menyadari adanya kebakaran di kawasan Bukit Serelo. Mereka baru sadar ada kebakaran ketika sudah berada di Kedaton I, kawasan puncak Serelo. Saat itu asap semakin menebal sehingga membuat mereka panik dan berlarian turun.

    Saat sampai di bawah, baru disadari bahwa korban tidak ada di rombongan. Masyarakat lantas mencari korban selama empat jam melakukan pencarian, warga desa akhirnya menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa. Diduga korban terpeleset dan jatuh di lereng bukit saat berlari turun.

    Dewi, ibu angkat korban, menangis histeris setelah mendapat kabar kalau anak perempuannya sudah tiada. Menurutnya Meylin sebelumnya telah pamit untuk berlibur ke puncak Serelo. "Saya izinkan karena hari Minggu, tak masalah dia liburan," ucapnya.

    Kepolisian Resor Lahat menganggap kejadian itu murni kecelakaan. Kepala Satuan Resersa Kriminal Lahat Ajun Komisaris Achmad Akbar menyatakan, tidak bisa menyalahkan siapa pun baik itu keluarga atau rekan korban saat pendakian. “Informasi yang kami terima mereka berangkat dengan keinginan sendiri dan sudah izin orang tua," ujarnya.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.