Idul Adha, Calon Kepala Daerah Boleh Bagi-bagi Hewan Kurban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah sapi milik warga dijual di sebuah pasar Hewan Bekonang, di Sukoharjo, Jawa Tengah, 3 September 2015. Penjualan sapi di pasar ini digelar seminggu sekali yakni pada tanggal Kliwon dalam penanggalan Jawa. Bram Selo Agung/Tempo

    Sejumlah sapi milik warga dijual di sebuah pasar Hewan Bekonang, di Sukoharjo, Jawa Tengah, 3 September 2015. Penjualan sapi di pasar ini digelar seminggu sekali yakni pada tanggal Kliwon dalam penanggalan Jawa. Bram Selo Agung/Tempo

    TEMPO.CO, Gunungkidul - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, memperbolehkan para calon kepala daerah menyumbang hewan kurban pada Hari Raya Idhul Adha. Bahkan Panwaslu mempersilakan mereka berkurban sebanyak-banyaknya.

    "Menyumbang ternak berapa pun tak ada larangan,"ujar Divisi Hubungan Masyarakat Panwaslu Gunungkidul Budi Haryanto kepada Tempo, Ahad, 6 September 2015.

    Meskipun diperbolehkan, kata Budi, bentuk kegiatan sumbangan hewan kurban tersebut harus tetap steril dari unsur kampanye. Selain itu, tidak boleh ada motif kampanye terselubung dalam pemberian sumbangan hewan kurban tersebut.

    "Yang penting ikhlas, tanpa disertai imbalan seperti barter permintaan agar masyarakat memilih calon tertentu," ujar Budi.

    Budi mengatakan Panwaslu bakal memperketat pengawasan kepada seluruh pasang calon yang disinyalir akan memanfaatkan perayaan Idul Adha dalam masa kampanye ini.

    Anggota Panwaslu Gunungkidul lainnya, Ton Martono, mengatakan selama ini belum ada larangan terkait aktivitas masa kampanye yang berbarengan dengan perayaan hari raya tertentu. Termasuk Idul Adha dan tradisi menyumbang kurban seperti sapi atau kambing. "Memang tidak ada aturannya tentang sumbang ternak itu," ujarnya.

    Hanya saja, Ton mengingatkan, jika calon membungkus acara kegiatan menyumbang ternak itu secara khusus, tetap terikat Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2015 dan Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kampanye.

    "Jadi acara berkaitan Idul Adha yang dibuat juga wajib mengantongi surat STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) Kampanye," ujarnya.

    Ton menuturkan setiap kegiatan, terlebih yang berbau sumbangan dari para calon kepada masyarakat, tetap dianggap sebagai bagian money politic sepanjang mengharapkan timbal balik. Panwaslu, kata dia, akan melakukan pengawasan secara ketat.

    Sukino, juragan sapi asal Wonosari Gunungkidul, menuturkan pesanan sapi untuk kurban menjelang Idul Adha memang mengalami kenaikan signifikan. "Tapi belum ada calon bupati yang pesan untuk disumbangkan pada warga, paling banyak dari Kota Yogya," ujar Sukino yang menjelang Idul Adha ini bisa menjual tiga sampai lima ekor sapi dalam waktu sepekan.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.