237 Calon Lolos Seleksi Ombudsman, Mayoritas Akademikus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novel Baswedan mendatangi kantor Ombudsman di Jakarta, 6 Mei 2015. Kedatangan Novel beserta tim kuasa hukum guna melaporkan penyidik Bareskrim Polri terkait proses penangkapan, penahanan, dan penggeledahan tehadap dirinya yang dianggap tidak sesuai dengan aturan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Novel Baswedan mendatangi kantor Ombudsman di Jakarta, 6 Mei 2015. Kedatangan Novel beserta tim kuasa hukum guna melaporkan penyidik Bareskrim Polri terkait proses penangkapan, penahanan, dan penggeledahan tehadap dirinya yang dianggap tidak sesuai dengan aturan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Seleksi Ombudsman meloloskan 237 calon untuk masa jabatan 2016-2021. Anggota panitia seleksi, Zumrotin Soesilo, mengatakan seluruh calon akan turut serta dalam seleksi selanjutnya.

    "Dari 267 orang, setelah seleksi 30 orang tidak memenuhi syarat," kata Zumrotin saat memberikan konferensi pers di gedung Sekretariat Negara, Senin, 7 September 2015.

    Mayoritas kandidat, yakni sebanyak 55 orang, adalah akademikus. Sisanya merupakan praktisi, pegawai negeri seperti anggota TNI atau Polri, atau anggota Ombudsman sebelumnya. Anggota panitia seleksi, Agus Pambagyo, mengatakan para calon tersebut nantinya akan melalui serangkaian tes, seperti tanya jawab dan pembuatan makalah. "Dari situ kita gali, apa benar ingin mengawasi pelanggaran atau penyalahgunaan yang terjadi," kata Agus.

    Panitia seleksi mengatakan mencari anggota yang bisa menyelesaikan masalah, gigih, dan mengangkat kinerja Ombudsman di masa mendatang. "Fungsi Ombudsman sangat penting. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan sosok yang sesuai," kata anggota panitia seleksi, Anis Hidayah.

    Dari 237 calon tersebut, panitia akan memilih 72 orang. Setelah itu pansel akan melakukan assessment serta wawancara. Dari proses ini akan tersisa 18 kandidat untuk diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.