Bertemu Donald Trump, Begini Catatan Shamsi Ali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Shamsi Ali, (kanan kedua) seorang imam di Islamic Center of New York berfoto bersama Donald John Trump. facebook.com

    Muhammad Shamsi Ali, (kanan kedua) seorang imam di Islamic Center of New York berfoto bersama Donald John Trump. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kritik imam Islamic Cultural Center of New York, Shamsi Ali, terhadap beberapa anggota DPR yang bertemu kandidat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbuah ancaman somasi dari Fadli Zon, Wakil ketua DPR yang ikut bertemu Trump pada 3 September lalu.

    Shamsi Ali mengkritik pertemuan anggota Dewan dengan Donald Trump dan menilainya sebagai sebuah dukungan politik menjelang pemilu AS pada November mendatang. Akan tetapi, hal tersebut dibantah Fadli Zon dan menganggap Shamsi Ali melakukan fitnah terhadap dirinya dan beberapa anggota Dewan.

    Baca juga:
    Drama Budi Waseso: Jokowi-JK Menguat, Kubu Mega Menyerah?
    Lebih Nyaman Berbahasa Inggris, Susi: Jangan Ragukan…Saya 

    Shamsi Ali menilai perlakuan Fadli Zon dan anggota Dewan yang lain tidak pantas di tengah masa kampanye pemilu AS. Ini dianggapnya sebagai sebuah dukungan terhadap calon tertentu. Di lain pihak, Shamsi Ali memiliki cerita tentang pertemuannya dengan Donald Trump.

    Berikut ini cerita pengalaman Shamsi Ali saat bertemu Donald Trump yang diunggah pada akun Facebook-nya yang diberi judul “Sejam Bersama Donald Trump”.

    Sekitar tiga tahun lalu saya dikejutkan oleh sebuah wawancara Fox News bersama Donald Trump, raja properti Amerika Serikat. Dalam wawancara itu DT ditanya pendapatnya tentang Islam dan komunitas Muslim Amerika.

    Sungguh jawaban DT sangat mengejutkan sekaligus menyakitkan. "Islam itu masalah. Dan komunitas Muslim itu berbahaya", kata DT saat itu.

    Mendengar itu saya cukup tersinggung. Keberadaan saya di Amerika dalam masa hampir 20 tahun saya berusaha membuktikan bahwa Islam dan Muslim itu adalah bagian integral dari Amerika. Saya berjuang menjadikan Islam sebagai agama kontributor kebaikan bagi Amerika. Memperjuangkan dengan segala risikonya untuk menjadikan Amerika dan Islam tidak berada di posisi berseberangan.

    Sejak kedatangan saya ke negara ini dan menjadi penduduk tetap (permanent resident) salah satu kegiatan prioritas utama saya adalah membangun komunikasi dan kerjasama dengan semua pemeluk agama, termasuk komunitas Yahudi. Lalu di mana letak masalahnya Islam dan bahayanya komunitas Muslim.

    Selanjutnya: Kebetulan saya dekat...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.