Imam New York, Shamsi Ali, Tak Takut Diancam Fadli Zon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Syamsi Ali atau Shamsi Ali, imam di Islamic Center of New York. TEMPO/Charisma Adristy

    Muhammad Syamsi Ali atau Shamsi Ali, imam di Islamic Center of New York. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Imam di Islamic Cultural Center of New York, Shamsi Ali, tak takut dengan ancaman somasi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon akibat kritikannya terhadap anggota Dewan yang bertemu dengan Donald Trump di Amerika Serikat. Shamsi justru semakin berani mengungkapkan keburukan para anggota Dewan kepada masyarakat.

    "Kalau pemahaman saya dianggap fitnah dan mau somasi, itu juga hak Anda sebagai pejabat negara. Artinya, reaksi Anda seperti ini juga memberikan saya pemahaman lebih jauh tentang siapa dan seperti apa anggota Dewan terhormat," kata Shamsi lewat akun Facebook-nya, Sabtu malam, 5 September 2015.

    Dua jam sebelum mengunggah status tersebut, Shamsi mengaku mendapat pesan panjang dari Fadli Zon. Fadli, ucap Shamsi, membantah beberapa kritikan Shamsi yang menyorot pertemuan Ketua DPR Setya Novanto, Fadli Zon, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR Roem Kono, dan beberapa anggota Dewan lain dengan bakal calon Presiden AS, Donald Trump. Shamsi menilai pertemuan tersebut merendahkan martabat pimpinan negara dan sarat kepentingan politik.

    Namun Fadli Zon membantah pertemuannya dengan Trump merupakan dukungan kampanye. "Itu bukan kampanye, tapi konferensi pers yang diadakan di gedungnya sendiri di lobi Trump Plaza," ujar Fadli.

    Meski begitu, Shamsi menilai konferensi pers tersebut bagian dari kampanye. Ia mengkritik Novanto dan Fadli yang berbaris di belakang Trump saat pengusaha kaya itu sedang berpidato. "Memang bukan mendukung, tapi hadir dalam acara untuk kampanye walau itu konferensi pers dapat ditafsirkan sebagai dukungan oleh calon lain," tutur Shamsi. Ia menilai tindakan tersebut tak etis dilakukan pejabat sekelas Ketua DPR.

    Hal lain yang menjadi perdebatan adalah adegan video pidato Trump yang tayang di beberapa media luar negeri. Dalam video berdurasi tiga menit itu, tampak jelas Novanto, Fadli, dan Roem Kono tersenyum di barisan pendukung Trump. Shamsi mengkritik cara Trump yang memperkenalkan Novanto kepada publik.

    Saat Trump selesai berpidato dan meninggalkan podium, ia berjalan ke belakang tapi kembali lagi untuk memperkenalkan Novanto. "Kita akan melakukan hal baik untuk Amerika Serikat. Apakah orang Indonesia menyukai saya?" tanyanya. "Ya, sangat. Terima kasih," jawab Novanto sambil menjabat tangan taipan itu.

    "Jawaban yang diberikan Pak Ketua tidak pantas," ucap Shamsi menanggapi adegan itu.

    Shamsi juga menyayangkan kunjungan anggota parlemen ke Amerika yang menguras biaya besar. Padahal perekonomian dalam negeri sedang terpuruk.

    PUTRI ADITYOWATI

    Baca juga:
    Drama Budi Waseso: Jokowi-JK Menguat, Kubu Mega Menyerah?
    Lebih Nyaman Berbahasa Inggris, Susi: Jangan Ragukan…Saya 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.