'Jalan-jalan' DPR ke Amerika, Ini Rincian Anggarannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto (kiri) menghadiri upacara sumpah kesetiaan Kandidat presiden A.S, Donald Trump (depan), di Trump Tower, New York, 3 September 2015. Victor J. Blue/Bloomberg via Getty Images

    Ketua DPR Setya Novanto (kiri) menghadiri upacara sumpah kesetiaan Kandidat presiden A.S, Donald Trump (depan), di Trump Tower, New York, 3 September 2015. Victor J. Blue/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kunjungan luar negeri ke Amerika Serikat ala pimpinan DPR beserta rombongan menuai kritik pedas dari berbagai pihak, salah satunya lembaga Fitra (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran). Menurut Sekretaris Jenderal Fitra Yenny Sucipto, rincian biaya perjalanan ini tak transparan.

    "DPR, melalui sekjennya, bahkan tidak menjelaskan tujuan perjalanan dinas beserta semua anggarannya," katanya melalui siaran pers yang diterima, Sabtu, 5 September 2015.

    Karena itu, lembaganya telah mengkaji dana perjalanan dinas ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Masukan 2015. Anggaran ini termasuk biaya tiket, uang saku, dan hotel untuk sembilan anggota rombongan selama 12 hari.

    Berikut ini biaya yang diperkirakan.
    1. Biaya pesawat ke Amerika Serikat sebesar US$ 14.428 untuk satu kali perjalanan per orang.
    2. Uang saku harian sebesar US$ 527 untuk setiap anggota DPR per hari.
    3. Biaya hotel sebesar US$ 1.312,02 per malam.

    Total biaya: Rp 4,63 miliar

    "Bahkan kami menduga anggaran bisa lebih besar dari Rp 10 miliar karena adanya berbagai tunjangan," ujar Yenny.

    Selain itu, Yenny menilai anggaran tersebut berpotensi terdapat kemahalan harga (mark up) karena sistem lump sum. Apalagi saat ini nilai tukar dolar sedang naik. Berbagai foto yang tersebar di media sosial antara pimpinan DPR dan calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga dianggap memalukan.

    "Ini bentuk pemborosan negara. Fitra akan menagih akuntabilitas anggaran ini setelah mereka pulang," tutur Yenny.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Baca juga:
    Drama Budi Waseso: Jokowi-JK Menguat, Kubu Mega Menyerah?
    Lebih Nyaman Berbahasa Inggris, Susi: Jangan Ragukan…Saya 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.